Kantor berita Mehr melaporkan seorang anak berusia 4 tahun termasuk yang tewas, sementara IRNA mengutip pejabat provinsi yang menyebut jumlah korban luka mencapai 68.
Pejabat AS belum berkomentar mengenai insiden tersebut.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Kekejaman ini tidak dapat dipisahkan dari rantai kekejaman yang mendahuluinya," merujuk pada insiden seperti ledakan di sekolah di Minab yang menewaskan 160 orang di sekolah perempuan pada hari pertama perang.
Pentagon belum mengeluarkan temuan resmi mengenai serangan Minab, tetapi mungkin akibat penggunaan data penargetan yang sudah usang oleh AS, menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.
Secara terpisah, tujuh orang tewas dan delapan terluka dalam serangan rudal AS di tiga lokasi di provinsi Khuzestan, Iran, semalam, kata wakil gubernur provinsi itu, menurut media pemerintah Iran.
Pernyataan kementerian luar negeri berjanji Iran akan menanggapi "kejahatan biadab ini dengan ketegasan."
"Pemerintah dan lembaga internasional yang tetap diam dalam menghadapi kebiadaban semacam itu, atau berusaha membenarkan tindakan tersebut, harus memahami bahwa diam mereka bukanlah netralitas," kata Iran.
>>> Bank Jakarta Perluas Pembiayaan Pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Untung Naik 4 Kali Lipat
"Mereka yang diam hari ini tidak akan kebal terhadap konsekuensinya besok."