Kecurigaan Intan ternyata bukan tanpa dasar. Jarak antara Ciomas, Bogor, dan Gunung Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda memang mencapai lebih dari 150 kilometer. Namun, kekuatan letusan dan arah angin yang bertiup kencang pada Sabtu malam rupanya mampu membawa partikel abu vulkanik melayang jauh melintasi perairan dan daratan hingga ke pedalaman Jawa Barat.
Driver Taksi di Jalan Juanda: "Pas Bangun Pagi, Mobil Sudah Tertutup Debu"
Kejutan serupa juga dialami oleh Budiyanto, seorang pengemudi taksi online yang kebetulan sedang bermalam di sekitar kawasan Jalan Juanda, Kota Bogor. Budiyanto menceritakan bahwa ketika ia memarkirkan kendaraannya pada Sabtu malam, kondisi mobilnya masih bersih tanpa debu yang berarti. Namun, begitu ia terbangun pada Minggu pagi, pemandangan yang menyambutnya sungguh di luar dugaan.
"Memang kebetulan saya sedang di sekitaran kantor pos Juanda. Kaget pas bangun pagi, kendaraan yang terparkir awal malam tidak berdebu, namun pas bangun sudah tertutup debu," tutur Budiyanto saat dihubungi detikcom sekitar pukul 07.30 WIB.
Setelah mengecek grup-grup percakapan di aplikasi pesan instan, Budiyanto akhirnya mengetahui bahwa debu tebal yang menyelimuti mobilnya merupakan dampak dari letusan Gunung Anak Krakatau. Ia pun tak menyangka bahwa sebaran abu vulkanik bisa menjangkau wilayah sejauh itu.
"Jauh juga ya sebarannya," ucapnya takjub.
Lebih lanjut, Budiyanto menyebutkan bahwa upaya membersihkannya pun tidak membuahkan hasil yang bertahan lama. Baru saja ia mengelap seluruh bodi kendaraan dengan kain lap, debu vulkanik kembali bertebaran dan menempel di permukaan mobil.
"Ini juga belum reda, masih terus menyebar sebaran debu. Karena barusan saya sudah lap kendaraan saya, tapi kini debu itu masih bertebaran," keluhnya.