unique visitors counter
⌂ Beranda News Erupsi Gunung Anak Krakatau 2026: Abu Vulkanik Hujan hingga Bogor dan Jakarta, Warga Terkejut Bangun Pagi Mobil Sudah Tertutup Debu Tebal
News

Erupsi Gunung Anak Krakatau 2026: Abu Vulkanik Hujan hingga Bogor dan Jakarta, Warga Terkejut Bangun Pagi Mobil Sudah Tertutup Debu Tebal

Erupsi Gunung Anak Krakatau 2026: Abu Vulkanik Hujan hingga Bogor dan Jakarta, Warga Terkejut Bangun Pagi Mobil Sudah Tertutup Debu Tebal
Abu vulkanik • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Warga Berolahraga Tanpa Masker, Bahaya ISPA Mengintai

Di tengah guyuran abu vulkanik yang masih berlangsung, Budiyanto menyayangkan masih banyaknya warga yang beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai. Sepanjang Jalan Juanda yang dikenal sebagai kawasan favorit untuk jogging dan bersepeda pada akhir pekan, ia melihat banyak warga yang tetap berolahraga tanpa mengenakan masker.

"Cuma saya lihat di sekitar area jogging banyak warga mungkin belum paham akan bahaya debu vulkanik, karena masih ramai yang berolahraga tanpa menggunakan masker," katanya.

Padahal, para ahli kesehatan telah lama mengingatkan bahwa menghirup partikel abu vulkanik dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius, mulai dari iritasi saluran napas atas, batuk kering, sesak napas, hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Partikel abu vulkanik yang berukuran sangat kecil—bahkan lebih halus dari debu jalanan biasa—mampu menembus masuk ke dalam paru-paru dan memicu peradangan pada jaringan pernapasan.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap mengenakan masker berstandar N95 atau minimal masker medis berlapis ganda saat beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita asma atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Abu Vulkanik Tembus Hingga Cimanggis, Depok

Tidak hanya Bogor, sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau juga dilaporkan telah mencapai wilayah Cimanggis, Kota Depok, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bogor. Misbahudin, seorang warga setempat, mengonfirmasi bahwa lantai rumah dan kendaraan miliknya turut diselimuti lapisan abu yang cukup tebal.

"Cimanggis nyampe, abunya lumayan tebel juga," kata Misbahudin singkat namun jelas menggambarkan situasi di lingkungannya.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa jangkauan sebaran abu vulkanik dari erupsi kali ini memang sangat luas, mencakup hampir seluruh wilayah metropolitan Jakarta dan kota-kota satelit di sekitarnya. Fenomena semacam ini terbilang jarang terjadi dan menjadi pengingat nyata bahwa aktivitas vulkanik di Selat Sunda masih memiliki potensi dampak yang signifikan bagi jutaan penduduk di Pulau Jawa bagian barat.

📰 Update Terbaru