Gugatan itu juga mencantumkan perusahaan penerbitan dan merchandise milik Burke sebagai pihak tergugat lainnya. Perusahaan-perusahaan tersebut diklaim menjadi sarana pendanaan bagi dugaan tindakan kekerasan.
Manajer D4vd, Josh Marshall dan Robert Morgenroth, disebut sebagai turut tergugat bersama perusahaan mereka, Mogul Vision.
Petugas keamanan yang tinggal bersama Burke, Sheldon Jacques, juga turut disebut. Ia diduga mengantar sang artis untuk menjemput Hernandez dari rumah orang tuanya.
Ibu D4vd, Colleen Burke, juga ikut disebut dalam dokumen itu. Colleen bertindak sebagai manajer keuangan pribadi musisi tersebut.
"Colleen Burke, dengan menyetujui dan mendanai pengaturan tempat tinggal bagi mendiang serta memfasilitasi akses Burke kepadanya, dan dengan menampung mendiang—yang masih di bawah umur—selama satu malam atau lebih di rumahnya sendiri bersama Burke, telah melakukan tindakan yang menimbulkan kewajiban untuk memberikan perlindungan yang wajar bagi mendiang," demikian klaim gugatan tersebut.
Semua pihak yang disebut sebagai turut tergugat dalam gugatan baru ini dituduh lalai karena gagal melindungi seorang anak di bawah umur.
Orang tua Hernandez menuntut ganti rugi dengan jumlah yang tidak disebutkan secara spesifik. Besaran ganti rugi nantinya akan ditentukan melalui sidang juri.
Pada April 2026, David Anthony Burke didakwa membunuh remaja bernama Hernandez dan memotong-motong tubuh korban menggunakan gergaji mesin di garasinya.
Peralatan itu disebut dibeli secara daring.
Jenazah Hernandez ditemukan dalam kondisi membusuk parah di bagasi depan mobil Tesla yang terdaftar atas nama Burke pada 2025.
Pada akhir Agustus 2026, D4vd menyatakan tidak bersalah atas dakwaan pembunuhan di pengadilan Los Angeles.
Burke juga menyatakan tidak bersalah atas tuduhan pembunuhan dan pelecehan seksual terhadap remaja tersebut.