unique visitors counter
⌂ Beranda News El Nino dan Rekor Suhu Global Agustus 2026: Peringatan Iklim
News

El Nino dan Rekor Suhu Global Agustus 2026: Peringatan Iklim

Ilustrasi pemanasan global dan El Nino yang memicu suhu ekstrem
El Nino dan Rekor Suhu Global Agustus 2026: Peringatan Iklim
A A Ukuran Teks16px

Pada Kamis, NOAA menyatakan ada peluang 75 persen El Nino tahun ini akan melampaui kekuatan peristiwa El Nino sebelumnya sejak 1950.

Copernicus menyebut pengaruhnya sudah terasa di Indonesia, di mana musim kemarau panjang dan intens memicu kebakaran hutan yang membakar sebagian besar Pulau Kalimantan.

Namun para ilmuwan iklim mengatakan yang terburuk belum terjadi dan panas luar biasa pada Agustus hanyalah gambaran awal.

Bahkan El Nino biasa memiliki efek pemanasan sementara yang meningkatkan panas global dan memperkuat dampak perubahan iklim jangka panjang.

Panas tambahan itu sering membuat tahun setelah puncak El Nino menjadi tahun terpanas secara global.

Ilmuwan memperkirakan 2027 akan menjadi tahun pencetak rekor, tetapi Burgess mengatakan 2026 juga bisa menjadi tahun bersejarah.

Burgess menyebut pihaknya memperkirakan 2026 masuk lima besar, namun kini berada di posisi kedua bahkan mungkin pertama.

Ia menambahkan kombinasi perubahan iklim dan El Nino berarti rekor suhu akan terus jatuh dalam enam bulan ke depan.

Friederike Otto dari Imperial College London mengatakan perubahan iklim membuat setiap El Nino lebih panas dan rekor bulan terpanas akan terus berlanjut selama batu bara, minyak, dan gas masih dibakar.

Dampak Ekstrem di Berbagai Wilayah

Copernicus menyatakan Eropa Barat mengalami musim panas terpanas, melampaui rekor lama tahun 2003.

Musim tersebut ditandai gelombang panas berturut-turut yang menutup sekolah, mengeringkan sungai, dan memicu kebakaran hutan dahsyat.

Antara pertengahan Juli dan pertengahan Agustus, platform pemantau EuroMomo memperkirakan Eropa mengalami lebih dari 32.000 kematian berlebih.

Copernicus juga mencatat periode Juni hingga Agustus sebagai musim panas terhangat global yang setara dengan 2024.

Analisis AFP terhadap data Copernicus menunjukkan wilayah yang dihuni sekitar 900 juta orang mengalami Juli terpanas yang pernah teramati.

Pada Rabu, NOAA menyatakan wilayah kontigu Amerika Serikat mengalami musim panas terpanas sepanjang sejarah pencatatan.

Burgess menegaskan musim panas ini luar biasa, tetapi iklim akan terus menjadi lebih ekstrem kecuali emisi global dihentikan.

📰 Update Terbaru