Pencurian perhiasan mahkota senilai 88 juta euro atau 102 juta dolar AS dari galeri Apollo menjadi peringatan.
Presiden Fondation du patrimoine, Guillaume Poitrinal, menyebut hilangnya permata raja Prancis sebagai tragedi. Menurutnya, karya seni yang menjadi bagian warisan budaya Prancis harus lebih sulit dicuri.
Ia menekankan perlunya investasi untuk mencapai tujuan itu. Badan kepolisian Eropa, Europol, menyatakan perampokan museum semakin brutal.
Linggis, kapak, dan bahkan bahan peledak digunakan untuk membobol dan menghancurkan lemari kaca. Pencuri juga semakin menyasar benda museum berbahan emas dan logam mulia yang bisa dilebur.
Permata yang bisa dilepas dan dijual juga menjadi target. Europol menilai penjahat menganggap keamanan museum kurang kokoh dibandingkan toko perhiasan.
Kalung kuno yang dicuri pada 24 Juli dari museum di Châtillon-sur-Seine, Prancis timur, dibuat dari hampir setengah kilogram emas.
Direktur Le Journal des Arts, Jean-Christophe Castelain, mencatat rekor 10 pembobolan menyasar museum Prancis dan Eropa lainnya pada musim panas ini.
Delapan dari 10 kasus melibatkan perhiasan, koin, atau benda antik yang mudah dilebur.
Museum Lalique di Wingen-sur-Moder belum dibuka kembali sejak pencurian 5 Juli. Perhiasan dari enam lemari kaca dibuka paksa dengan linggis dan palu.
Museum publik itu merayakan perajin perhiasan dan kaca abad ke-19, René Lalique, serta penerusnya. Direkturnya, Véronique Brumm Schaich, masih merasakan luka mendalam.
Suaranya bergetar saat diwawancarai. Museum itu membutuhkan 200.000 euro atau sekitar 233.000 dolar AS untuk peningkatan keamanan.
Schaich mengatakan taktik perampok terus berkembang. Contoh terbaru menunjukkan museum tidak sendirian dalam upaya memperketat pengamanan.
Namun, karena tekanan anggaran pemerintah, belum jelas berapa dana yang akan datang dari kas publik. Museum juga mengumpulkan donasi swasta karena biaya keamanan sangat mahal.
Schaich menyebut ini masa sulit. Menurutnya, pembobolan tidak pernah datang pada waktu yang tepat, tetapi kali ini waktunya sangat buruk.
Sebagian dana dari Fondation du patrimoine berasal dari lotere nasional.
Untuk membantu pendapatan museum, yayasan itu juga meluncurkan pass yang memberi pelanggan akses ke 500 museum, monumen, dan château.
Poitrinal mengatakan Prancis adalah negara yang gemar melempar tanggung jawab. Orang menyebut itu tanggung jawab negara atau kota, tetapi menurutnya sederhana: itu tanggung jawab semua orang.