unique visitors counter
⌂ Beranda News Polda Banten Pastikan Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik KM Arupadhatu 1
News

Polda Banten Pastikan Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Ilustrasi kapal pencarian di perairan Selat Sunda
Kapal Niaga Iran Diserang di Dekat Selat Hormuz, 1 Tewas
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Polda Banten melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) memastikan barang-barang yang ditemukan KN SAR di perairan Selat Sunda bukan milik KM Arupadhatu 1.

Kapal tersebut membawa lima jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) yang dilaporkan hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Kepastian itu diperoleh setelah penyidik melakukan pemeriksaan mendalam dan konfirmasi langsung kepada pemilik kapal.

Perbedaan Fisik Barang Temuan

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menjelaskan barang temuan terdiri dari dua life jacket, satu jeriken plastik, dan satu helm merah.

Menurut Maruli, barang-barang tersebut memiliki perbedaan fisik yang signifikan dibanding perlengkapan KM Arupadhatu 1.

"Dua life jacket berwarna oranye bertuliskan MILLES. II yang ditemukan dinyatakan bukan milik kapal yang membawa rombongan jurnalis," kata Maruli, Minggu, 13 September 2026.

Maruli membeberkan life jacket resmi di KM Arupadhatu 1 berwarna merah, kuning, dan ungu, serta tidak memiliki tulisan MILLES.

II.

Selain pelampung, polisi mencatat perbedaan mendasar pada jeriken plastik temuan.

Jeriken temuan berwarna biru tua berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, bertutup hitam, dan beraroma minyak sayur.

Sementara jeriken asli milik kapal berkapasitas 30 liter, berwarna biru pudar, berbentuk pendek, bertutup putih polos, dan digunakan untuk bahan bakar Pertamax.

Helm plastik merah yang ditemukan juga dikonfirmasi bukan milik kapal, karena KM Arupadhatu 1 tidak pernah menyediakan helm jenis tersebut.

Atas temuan ini, Polda Banten mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak memicu spekulasi.

Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

"Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan terus kami sampaikan secara terbuka melalui sumber informasi resmi," pungkas Maruli.

📰 Update Terbaru