Ciri khas pasar adalah "padak", ayam goreng renyah dengan taburan bawang hijau, dijual 7.000 won.
Pedagang unggas yang berjualan di tempat sama selama lebih dari 40 tahun dibantu seorang staf dari Pakistan, dan bersama-sama menyiapkan hingga 400 ekor ayam sehari.
Untuk merasakan pasar secara langsung, peserta tur mengikuti misi Market Potluck.
Berbekal voucher, pengunjung menjelajah kios untuk mengumpulkan aneka hidangan, lalu berkumpul di Cafe Hwayangyeonhwa untuk menyantap hidangan bersama.
Tur ini bukan sekadar mencoba makanan. Peserta juga mendapat kesempatan sightseeing dan pengalaman kerajinan tangan.
Distrik bersejarah kota memiliki gang dengan rumah era kolonial, papan reklame vintage, dan taman kanak-kanak yang masih beroperasi sejak 1966.
Di Presidential Archives, pengunjung dapat memasuki ruang kantor presiden yang direkonstruksi, naik ke podium di ruang pers tiruan, atau melihat limusin kepresidenan.
Sejong National Arboretum menampilkan rumah kaca dengan pameran "Henri Matisse's Five-Color Garden".
Pembuatan kaca menjadi bagian populer lain dari tur.
Di Own Glass Studio, bengkel yang dijalankan seniman kaca Lee Seung-yeon, tamu membuat pisau mentega atau tatakan gelas khusus dari kaca berwarna.
Dengan menghubungkan restoran regional, distileri kerajinan, dan startup makanan di distrik baru dengan pesona pasar tradisional, Sejong menawarkan retret gastronomi dua hari yang lengkap.
Setelah peluncuran program yang sold out pada 19 September, tur akan berjalan pada 9, 24, dan 31 Oktober, serta 14 November, melayani 25 hingga 30 peserta per sesi.
"Saat kami melakukan riset, gastronomi menjadi alasan utama orang mengunjungi wilayah ini.
Program kuliner terjual jauh lebih cepat daripada tema lain," kata Han Kyung-ah, direktur Sejong Cultural Tourism Foundation.
"Karena subsidi pemerintah menutupi sekitar 50 persen biaya, peserta hanya membayar setengah harga, sehingga program cepat habis. Setelah program percontohan tahun lalu, penawaran tahun ini berjalan hingga November."
Dengan harga antara 100.000 dan 120.000 won, paket ini mencakup menginap satu malam di hotel bintang empat, pengalaman makan gourmet, dan tur berpemandu.
Melalui inisiatif ini, Sejong berencana merevitalisasi distrik komersial di pusat kota baru dan lama.