unique visitors counter
⌂ Beranda News EU Siap Usulkan Pembatasan Media Sosial dan Game Online untuk Anak di Bawah 15 Tahun
News

EU Siap Usulkan Pembatasan Media Sosial dan Game Online untuk Anak di Bawah 15 Tahun

Ilustrasi bendera Uni Eropa dan smartphone dengan ikon media sosial
EU Siap Usulkan Pembatasan Media Sosial dan Game Online untuk Anak di Bawah 15 Tahun
A A Ukuran Teks16px
IN ARTICLE 1

Sistem berjenjang akan berlaku bagi anak yang lebih muda.

Anak berusia 13 dan 14 tahun harus meminta orang tua mereka membuat akun "pengantar" di platform media sosial, AI, atau game.

Akun tersebut memiliki fitur terbatas dan penggunaan waktu layar yang ketat, serta berada di bawah kendali orang tua.

Anak berusia tiga hingga 13 tahun dapat mengakses "akun yang sepenuhnya dikendalikan orang tua pada layanan ramah anak" dengan standar keamanan ketat.

Di bawah usia tiga tahun, anak-anak di 27 negara blok itu tidak akan memiliki akses sama sekali ke media sosial dan "layanan berisiko" lainnya.

EU juga tengah menyiapkan aplikasi pemeriksaan usia untuk memastikan anak-anak dijauhkan dari platform tersebut.

Aturan akses bertahap ini membuat pendekatan EU berbeda dengan Australia, di mana orang tua tidak dapat memberikan persetujuan bagi anak di bawah 16 tahun untuk mengakses media sosial.

Penegakan hukum akan dibiayai oleh biaya pengawasan terhadap platform.

EU sudah memiliki undang-undang kuat untuk melindungi anak, termasuk aturan konten Digital Services Act (DSA).

Melalui DSA, EU telah meminta Facebook dan Instagram milik Meta, serta TikTok, mengubah desain adiktif mereka.

Namun dalam dokumen itu, EU mengakui "aturan yang ada tidak cukup" karena tidak ada "larangan tegas terhadap fitur bermasalah yang umum".

EU menyatakan undang-undang baru akan memperkuat penegakan DSA, yang secara teori memungkinkan denda hingga enam persen dari omzet global tahunan perusahaan.

Desain aman

Pendekatan EU "perlu membatasi akses perusahaan teknologi terhadap anak-anak kita, bukan sebaliknya," demikian bunyi dokumen tersebut.

Selain melarang fitur adiktif, draf itu menyebut EU akan mengatur sistem rekomendasi, yakni algoritma yang menyajikan konten lebih personal.

Tujuannya mengontrol konten yang dipromosikan kepada anak dan menghindari bahaya.

EU ingin akun anak tetap privat, dengan "pengaturan berisiko" dinonaktifkan secara default dan pengguna tak dikenal dicegah menghubungi anak di bawah umur.

Akan ada pula "komitmen khusus" untuk game online dan chatbot AI.

Proposal ini akan menjadi undang-undang setelah negosiasi antara Parlemen Eropa dan negara anggota.

📰 Update Terbaru