unique visitors counter
⌂ Beranda News Naskah Khutbah Jumat 25 September 2026: Meningkatkan Teladan Moralitas yang Baik di Tengah Arus Modernisasi
News

Naskah Khutbah Jumat 25 September 2026: Meningkatkan Teladan Moralitas yang Baik di Tengah Arus Modernisasi

Naskah Khutbah Jumat 25 September 2026: Meningkatkan Teladan Moralitas yang Baik di Tengah Arus Modernisasi
Interior Masjid
A A Ukuran Teks16px

Momentum Maulid Nabi: Melawan "Amnesia" Kolektif Bangsa

Berbicara tentang teladan, kita tidak bisa melepaskan diri dari sosok sentralnya, yakni Nabi Muhammad SAW. Tepat pada 12 Rabi'ul Awwal, umat Islam di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia, memperingati hari kelahiran beliau.

Bagi masyarakat Indonesia, tradisi Maulid telah membumi dan menyatu dalam benak kolektif. Ungkapan cinta kepada Rasulullah ini diluapkan melalui ekspresi budaya yang kaya dan beragam. Di Yogyakarta dan Surakarta, kita mengenal gemuruh tradisi Sekaten yang sarat makna filosofis. Di Banjar, Kalimantan Selatan, terdapat tradisi Baayun Maulid yang menyentuh hati, di mana bayi-bayi diayun dengan penuh doa agar tumbuh menjadi pribadi yang dicintai Allah dan Rasul-Nya.

Namun, peringatan Maulid haruslah lebih dari sekadar seremonial atau formalitas belaka. Momentum ini adalah obat ampuh untuk melawan penyakit "amnesia" atau lupa yang tengah mewabah di berbagai lapisan masyarakat.

Seorang pemimpin mungkin lupa bagaimana cara memimpin dengan amanah. Wakil rakyat bisa saja lupa pada janji-janji kampanye yang pernah diucapkannya. Para pejabat mungkin lupa bahwa uang yang mereka kelola adalah uang rakyat, bukan harta pribadi untuk diperkaya. Bahkan, sebagai individu Muslim, kita pun bisa lupa bagaimana seharusnya berakhlak mulia dalam interaksi sehari-hari.

Maulid Nabi hadir sebagai pengingat keras untuk mengembalikan kompas moral kita ke arah yang benar, meneladani sosok yang bahkan oleh non-Muslim pun diakui keagungan budi pekertinya.

Rasulullah: Mutiara Cahaya yang Tak Pernah Redup

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah SWT,

Ada lautan hikmah yang dapat kita timba dari kehidupan Rasulullah SAW. Jika Al-Qur'an diibaratkan sebagai mutiara yang memantulkan beraneka ragam warna cahaya kebenaran, maka Nabi Muhammad SAW adalah cermin yang memantulkan cahaya tersebut dalam bentuk perilaku manusia yang paling sempurna.

📰 Update Terbaru