unique visitors counter
⌂ Beranda News Naskah Khutbah Jumat 25 September 2026: Meningkatkan Teladan Moralitas yang Baik di Tengah Arus Modernisasi
News

Naskah Khutbah Jumat 25 September 2026: Meningkatkan Teladan Moralitas yang Baik di Tengah Arus Modernisasi

Naskah Khutbah Jumat 25 September 2026: Meningkatkan Teladan Moralitas yang Baik di Tengah Arus Modernisasi
Interior Masjid
A A Ukuran Teks16px

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 21:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

Artinya: "Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah."

Keelokan perangai Nabi bukan hanya isapan jempol belaka. Sejak masa belia, beliau telah dijuluki Al-Amin (yang dapat dipercaya) oleh masyarakat Mekkah, sebuah gelar yang disematkan bahkan oleh mereka yang kelak menjadi musuh Islam. Kejujurannya tersohor ke seantero dunia, menjadi standar emas integritas yang sulit ditandingi.

Imam al-Bushiri, dalam gubahan syair Qasidah al-Burdah-nya yang legendaris, menggambarkan keagungan akhlak Rasulullah dengan begitu puitis dan mendalam:

"Alangkah agungnya Rasul yang selalu dihiasi oleh budi pekerti yang sangat mulia itu. Kepribadiannya selalu diselimuti kebaikan. Wajahnya selalu dihiasi oleh senyum keramahan yang menawan. Dia lemah lembut ibarat bunga, mengundang pesona ibarat bulan purnama, luas kedermawanannya ibarat samudera, dan sangat pasti cita-citanya ibarat perjalanan masa."

Hawa Nafsu: Akar Kemungkaran dan Tantangan Terbesar

Hadirin yang berbahagia,

Berbicara mengenai moral atau akhlak pada hari ini kerap kali membawa perasaan campur aduk. Bagaimana tidak, hampir setiap hari media cetak maupun elektronik dibanjiri oleh kabar kemungkaran sosial yang terjadi di negeri ini. Kasus korupsi, penipuan, ketidakadilan, dan pelanggaran kepercayaan publik seolah menjadi berita harian yang memabukkan.

Bukan berarti negeri ini penuh dengan penjahat. Namun, suara kejahatan seringkali terdengar lebih lantang daripada kebaikan. Menengok kembali kepribadian Nabi SAW adalah solusi nyata untuk keluar dari jeratan masalah ini.

📰 Update Terbaru