unique visitors counter
⌂ Beranda News OJK Perkuat Literasi Keuangan di Banggai Kepulauan, Desa EKI Jadi Andalan
News

OJK Perkuat Literasi Keuangan di Banggai Kepulauan, Desa EKI Jadi Andalan

Ilustrasi edukasi literasi keuangan OJK di desa
OJK Perkuat Literasi Keuangan di Banggai Kepulauan, Desa EKI Jadi Andalan
A A Ukuran Teks16px

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan edukasi keuangan di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong akses layanan keuangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Wilayah kepulauan tersebut menghadapi tantangan geografis yang signifikan.

Dari daratan utama Sulawesi, perjalanan ke Banggai Kepulauan memakan waktu sekitar satu jam dengan speed boat atau empat jam menggunakan kapal feri.

Jarak antar desa yang berjauhan juga menjadi hambatan akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Tantangan Geografis dan Rendahnya Literasi

Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, menjelaskan bahwa luas wilayah sekitar 6.700 km² dengan dua pertiga berupa lautan memengaruhi tingkat literasi dan pengelolaan keuangan masyarakat.

"Banggai Kepulauan ini memiliki luas wilayah kurang lebih 6.700 km², di mana dua pertiganya adalah lautan. Jarak antara satu desa dengan desa lainnya pun cukup berjauhan.

Kondisi geografis ini tentunya mempengaruhi tingkat literasi masyarakat dan cara mereka mengelola keuangan," ujar Rusli di Desa Luk Panenteng, Senin (21/9/2026).

Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bekerja sama dengan OJK Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Edukasi Keuangan dan Prainkubasi Keuangan Masyarakat Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Luk Panenteng.

Rusli menuturkan bahwa sosialisasi dan edukasi keuangan telah dilakukan secara berulang, terutama di desa-desa yang jauh dari pusat ibu kota.

Pemerintah juga menyediakan fasilitas untuk memudahkan transaksi dan akses layanan keuangan.

"Kolaborasi selama ini sudah banyak dilakukan, terutama melalui sosialisasi dan edukasi.

Selain itu, ada juga bantuan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan agar masyarakat lebih mudah melakukan transaksi ataupun mengakses layanan keuangan," ujar Rusli.

📰 Update Terbaru