Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat literasi dan edukasi keuangan di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong akses layanan keuangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Wilayah kepulauan tersebut menghadapi tantangan geografis yang signifikan.
Dari daratan utama Sulawesi, perjalanan ke Banggai Kepulauan memakan waktu sekitar satu jam dengan speed boat atau empat jam menggunakan kapal feri.
Jarak antar desa yang berjauhan juga menjadi hambatan akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Tantangan Geografis dan Rendahnya Literasi
Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, menjelaskan bahwa luas wilayah sekitar 6.700 km² dengan dua pertiga berupa lautan memengaruhi tingkat literasi dan pengelolaan keuangan masyarakat.
"Banggai Kepulauan ini memiliki luas wilayah kurang lebih 6.700 km², di mana dua pertiganya adalah lautan. Jarak antara satu desa dengan desa lainnya pun cukup berjauhan.
Kondisi geografis ini tentunya mempengaruhi tingkat literasi masyarakat dan cara mereka mengelola keuangan," ujar Rusli di Desa Luk Panenteng, Senin (21/9/2026).
Dalam rangka meningkatkan literasi keuangan, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan bekerja sama dengan OJK Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Edukasi Keuangan dan Prainkubasi Keuangan Masyarakat Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Luk Panenteng.
Rusli menuturkan bahwa sosialisasi dan edukasi keuangan telah dilakukan secara berulang, terutama di desa-desa yang jauh dari pusat ibu kota.
Pemerintah juga menyediakan fasilitas untuk memudahkan transaksi dan akses layanan keuangan.
"Kolaborasi selama ini sudah banyak dilakukan, terutama melalui sosialisasi dan edukasi.
Selain itu, ada juga bantuan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan agar masyarakat lebih mudah melakukan transaksi ataupun mengakses layanan keuangan," ujar Rusli.
Desa EKI sebagai Percontohan Ekosistem Inklusif
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah, Bonny Hardi Putra, menegaskan edukasi dan literasi keuangan merupakan tugas utama OJK.
Pemilihan Desa Luk Panenteng sebagai lokasi kegiatan berkaitan dengan program Desa EKI yang sudah berjalan sejak 2023.
"Khusus di Kabupaten Banggai Kepulauan ini, kami sudah pernah bikin Desa EKI. Karena itu, kami ingin memperdalam dan meyakinkan bahwa edukasi kami bisa bermanfaat.
Kami juga perlu menganalisa dan mengevaluasi kembali kegiatan yang pernah dilakukan," ujar Bonny.
Bonny menjelaskan bahwa Desa EKI menjadi percontohan untuk membangun ekosistem keuangan inklusif di tingkat desa.
Tujuannya mendorong agar masyarakat dapat mengakses layanan keuangan melalui bank atau agen Laku Pandai yang lebih dekat.
"Desa EKI ini sebenarnya percontohan. Kami inginnya semua desa ada ekosistem yang inklusif.
Jadi di desa paling tidak ada bank, atau minimal agen-agen Laku Pandai.
Dengan begitu, masyarakat tidak usah harus ke kota hanya untuk ambil uang cash, atau mau transfer harus berjalan puluhan kilometer," jelas Bonny.
Bonny juga menyampaikan bahwa literasi keuangan di Sulawesi Tengah secara umum masih rendah, meskipun mayoritas masyarakat sudah menggunakan produk jasa keuangan.
"Secara umum dari data literasi dan inklusi keuangan, di Sulawesi Tengah, itu literasi keuangannya cukup rendah.
Mayoritas masyarakat itu sebenarnya menggunakan produk jasa keuangan, tapi kurang literasinya atau ilmunya," ujar Bonny.
OJK bersama pemerintah daerah terus mendorong peningkatan literasi keuangan dan perluasan akses layanan melalui pengembangan Desa EKI agar kebutuhan transaksi masyarakat lebih terpenuhi.
Duta Literasi Media Massa OJK, Asmarandani Heryadi Putri, mengatakan literasi keuangan sangat terkait dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari menabung, meminjam, hingga memenuhi kebutuhan.
"Keuangan itu satu hal yang tidak akan pernah lepas dalam keseharian masyarakat. Mulai dari menabung untuk pendidikan, meminjam uang, hingga membeli sesuatu, semuanya berkaitan dengan keuangan," ujar Dani.
Dani berharap edukasi literasi keuangan yang dilakukan OJK dapat berkelanjutan sehingga pengetahuan tersebut menjadi kebiasaan dalam kehidupan masyarakat.
"Sebagai Duta Literasi Media Massa OJK, saya berharap edukasi literasi keuangan tidak berhenti sampai saya pulang ke tempat asal.
Edukasi ini harus terus berlanjut dan berkesinambungan. Pengetahuan tentang literasi keuangan harus berubah menjadi kebiasaan," pungkasnya.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, OJK terus memperkuat literasi dan akses keuangan masyarakat di Banggai Kepulauan, khususnya melalui pengembangan Desa EKI di wilayah 3T Sulawesi Tengah.