unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pemkab Belitung Cabut Ganjil Genap Pertalite, Antrean Panjang Jadi Alasan
News

Pemkab Belitung Cabut Ganjil Genap Pertalite, Antrean Panjang Jadi Alasan

Antrean kendaraan di SPBU Belitung untuk mengisi Pertalite
Pemkab Belitung Cabut Ganjil Genap Pertalite, Antrean Panjang Jadi Alasan
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Kabupaten Belitung mencabut kebijakan pengisian BBM Pertalite dengan sistem ganjil genap di SPBU wilayah tersebut.

Pencabutan ini dilakukan setelah evaluasi kondisi antrean dan ketersediaan stok yang dinilai aman.

Kebijakan ganjil genap sebelumnya diberlakukan sejak 20 September 2026.

Aturan itu membatasi kendaraan roda dua hanya bisa mengisi Pertalite pada tanggal ganjil, sedangkan roda empat pada tanggal genap.

Akibatnya, antrean panjang terjadi, terutama kendaraan roda dua, yang menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat.

Bupati Jelaskan Alasan Pencabutan

Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyampaikan keputusan penghapusan sistem ganjil genap setelah melakukan sidak ke Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Tanjungpandan pada Rabu, 23 September 2026.

"Karena kondisinya hari ini belum bisa terurai artinya besok (tanggal genap) kendaraan roda dua boleh mengisi Pertalite di SPBU," ujar Djoni.

Ia menjelaskan antrean panjang dipicu oleh perilaku masyarakat yang melakukan pengisian secara berulang akibat kepanikan karena kekosongan stok di tingkat pengecer.

"Dari pantauan kami, salah satu penyebab antrean panjang adalah masyarakat yang mengisi bahan bakar secara berulang. Kami memahami masyarakat tadi sempat panik sehingga melakukan isi ulang berkali-kali," tambahnya.

Stok Pertalite di TBBM Tanjungpandan saat ini tersedia sebanyak 300 kiloliter (KL) dan akan masuk tambahan 1.000 KL pada Jumat, 25 September 2026.

Dengan demikian, stok dipastikan cukup.

"Harapan kami bersama-sama isilah BBM secukupnya jangan panic buying kondisi stok aman dan cukup," ujar Djoni.

Selain itu, Pemkab Belitung berencana merangkul pengecer untuk membantu distribusi, meskipun secara regulasi hal tersebut tidak diperbolehkan dalam kondisi normal.

"Kita akan mencoba meminta bantuan kepada para pengecer. Namun dalam kondisi darurat seperti saat ini, langkah tersebut akan kita tempuh," katanya.

Djoni memastikan sejak pembatalan aturan ganjil genap, seluruh kendaraan bermotor dapat mengisi Pertalite sesuai kebutuhan tanpa batasan pelat nomor.

"Kami untuk tetap tenang dan mengisi BBM secara bijak sesuai kebutuhan kendaraan," ujarnya.

Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung menambah pasokan Pertalite untuk menjaga ketersediaan BBM di tengah antrean yang terjadi beberapa hari terakhir.

Stok di Fuel Terminal Belitung mencukupi kebutuhan hingga 4,8 hari ke depan dengan konsumsi rata-rata 265 KL per hari.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Wilayah Belitung, Rafli Alhaq, menjelaskan pihaknya sedang melakukan bongkar pasokan 1.000 KL dan tambahan berikutnya dijadwalkan tiba pada 25 September 2026.

"Untuk Pertalite saat ini di depo masih tersedia dan mampu mencakup hingga empat hari ke depan.

Kami juga menambah distribusi melalui mobil tangki malam sebagai buffer stock untuk kebutuhan pagi hari," ujar Rafli.

Rafli menegaskan peningkatan pasokan akan terus dievaluasi demi menjaga stok di SPBU, terutama di wilayah Tanjungpandan dan Belitung Timur.

Wakil Bupati Belitung Syamsir menyatakan akan mengawasi pelaksanaan kebijakan dan pelayanan di SPBU selama tiga hari ke depan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mengisi BBM secara berulang jika kapasitas tangki masih cukup.

"Kalau kendaraan sudah diisi, silakan digunakan secukupnya. Jangan kembali mengantre jika tangki masih mencukupi agar tidak terjadi antrean panjang," ujar Syamsir.

Syamsir juga menyebutkan adanya aktivitas masyarakat yang dikenal dengan "ngerit" yang perlu data valid untuk memastikan penyaluran BBM sesuai kebutuhan dan tidak disalahgunakan.

Kepolisian Belitung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengintensifkan pengawasan distribusi BBM bersubsidi untuk mencegah penimbunan dan penyelewengan.

Wakapolres Belitung Kompol Bagus Krisna Eka Putra mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying karena stok BBM di wilayah Belitung dipastikan aman.

"Kondisi ini mungkin dipicu oleh adanya sistem ganjil-genap yang membuat masyarakat menjadi panik. Sebagian warga merasa harus mengisi bahan bakar hari ini meskipun sebenarnya belum waktunya," ujar Bagus.

Polres Belitung telah menyiapkan personel dan menerbitkan surat perintah untuk melakukan pemantauan di SPBU agar distribusi berjalan tertib dan tidak ada penyalahgunaan.

"Kita akan melakukan tindakan tegas apabila ditemukan praktik penyelewengan dalam penyaluran BBM," tandas Bagus.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru