Pezeshkian menyatakan Iran tidak berniat mencari bom nuklir, tetapi tidak akan melepaskan haknya atas program nuklir damai.
"Bukan senjata nuklir maupun menyerahkan pengetahuan nuklir," katanya.
Tujuh bulan memasuki konflik yang mengguncang pasar dan mendorong Teluk ke ambang perang lebih luas, Washington melancarkan serangan ekonomi belum pernah terjadi sebelumnya setelah aksi militer gagal memaksa Teheran menyerah.
Para pemimpin Iran khawatir ekonomi yang memburuk, ditandai harga melonjak, perdagangan melemah, dan tekanan pada pendapatan rumah tangga, dapat memicu kembali kerusuhan nasional yang berulang kali menantang Republik Islam.
Selat Hormuz, jalur seperlima minyak dan gas alam cair global, menjadi fokus ketegangan antara Iran dan AS.
Teheran menyampaikan syaratnya untuk membuka kembali jalur air strategis itu kepada Amerika Serikat melalui mediator, menurut sumber Iran kepada Reuters pada Selasa.
"Tidak mungkin semua orang mendapat manfaat dari Selat Hormuz sementara kami ditolak akses pelayaran melalui jalur air ini.
Penempatan permanen armada musuh dan perluasan perang tidak akan membawa perdamaian," kata Pezeshkian.