unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Kepercayaan Konsumen AS Sentuh Level Terendah dalam 11 Tahun
News

Kepercayaan Konsumen AS Sentuh Level Terendah dalam 11 Tahun

Ilustrasi penurunan kepercayaan konsumen Amerika Serikat
Kepercayaan Konsumen AS Sentuh Level Terendah dalam 11 Tahun
A A Ukuran Teks16px

Kepercayaan konsumen Amerika Serikat merosot tajam pada September ke level yang belum pernah terlihat sejak 2014.

Penurunan ini terjadi ketika rumah tangga AS terhimpit biaya hidup tinggi dan ketidakpastian ekonomi akibat perang Iran.

Indeks kepercayaan konsumen Conference Board turun 6,7 poin menjadi 81,9 bulan ini, terendah sejak April 2014.

Tingginya biaya hidup di AS menjadi isu utama menjelang pemilihan sela November, di mana Partai Demokrat berupaya merebut kendali Kongres dari Partai Republik Presiden Donald Trump.

Faktor Pendorong Pessimisme

"Tanggapan tertulis konsumen mengenai faktor yang mempengaruhi ekonomi sebagian besar pesimistis pada September," kata Dana Peterson, kepala ekonom Conference Board.

Ia menambahkan bahwa referensi terhadap harga, biaya barang dan jasa yang tinggi, serta harga minyak dan gas khususnya, naik ke level tertinggi baru, mencerminkan lonjakan biaya bahan bakar pada September.

Harga minyak global melonjak sejak Trump dan sekutu AS, Israel, melancarkan perang terhadap Iran pada akhir Februari.

Tindakan balasan Teheran menyasar sekutu Washington di Teluk dan hampir menutup jalur perdagangan energi utama.

Di AS, harga rata-rata satu galon bensin reguler naik hampir 50 persen sejak awal perang, menurut data dari klub motor AAA.

"Komentar tentang perang/konflik mereda bulan ini tetapi tetap tinggi," ujar Peterson.

Konsumen juga sering menyebut politik, perdagangan, dan ketenagakerjaan dalam tanggapan tertulis mereka, meski dengan porsi lebih kecil.

Heather Long, kepala ekonom di Navy Federal Credit Union, menilai data baru ini mengkhawatirkan.

"Konsumen Amerika khawatir tentang ekonomi ini.

Itu mengkhawatirkan tepat saat musim belanja terpenting tahun ini dimulai," katanya, merujuk pada periode pra-Natal yang diandalkan sektor ritel AS.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru