unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Debut Katie Zacharia sebagai Jubir Gedung Putih Soroti Tantangan Pidato Politik
News

Debut Katie Zacharia sebagai Jubir Gedung Putih Soroti Tantangan Pidato Politik

Juru bicara Gedung Putih Katie Zacharia saat briefing perdana
Debut Katie Zacharia sebagai Jubir Gedung Putih Soroti Tantangan Pidato Politik
A A Ukuran Teks16px

Katie Zacharia resmi memulai debutnya sebagai juru bicara Gedung Putih pada Selasa, menggantikan Karoline Leavitt yang mengundurkan diri pada Agustus.

Mantan komentator Newsmax itu naik ke podium di hadapan ruangan penuh jurnalis, tersenyum lebar, lalu memulai sesi tanya jawab pertamanya.

Namun, penampilan perdananya hanya berlangsung 14 menit dengan tiga penanya, memicu beragam reaksi dari pengamat dan mantan pejabat.

Zacharia terlihat sering menunduk dan membaca langsung dari naskah selama sesi berlangsung.

Ia sempat tersenyum saat mengucapkan frasa "Department of War" dan tersandung saat menjawab pertanyaan tentang latar belakangnya.

Ia juga tertukar menyebut kata "suami" dan "presiden" dalam salah satu jawabannya.

Pertanyaan yang ia terima berasal dari media yang selama ini dikenal bersimpati kepada Presiden Donald Trump.

Tiga penanya yang dipilih adalah Breitbart, Fox News, dan Daily Mail.

Zacharia menyatakan akan melanjutkan kebijakan Leavitt untuk membawa "media baru" ke ruang briefing.

"Kami menyukai media baru dan kami ingin merangkulnya," ujarnya.

Pujian untuk Trump dan Minimnya Pertanyaan

Dalam monolog pembukanya, Zacharia menghabiskan sebagian besar waktu untuk memuji Trump dan memberikan pembaruan tentang prioritas serta pencapaian masa jabatan keduanya.

Poin yang ia angkat antara lain "ekonomi yang berkembang pesat," "ledakan produksi energi yang bersejarah," dan "hubungan yang hebat dengan Venezuela."

Ia juga gemar menggunakan kata superlatif, menyebut Trump "bekerja untuk mengamankan Belahan Bumi Barat selama berabad-abad mendatang."

Saat sesi tanya jawab, Zacharia hanya mengizinkan tiga penanya, lalu menjawab satu pertanyaan tambahan sebelum meninggalkan podium.

Ia tidak menyebut tugas menyebarkan informasi akurat kepada publik Amerika dalam pernyataannya.

Sebaliknya, ia menegaskan ingin "memperkuat, melipatgandakan, dan memperluas agenda luar biasa Presiden Trump untuk rakyat Amerika."

Satu-satunya berita yang ia sampaikan adalah permintaan Gedung Putih agar Duta Besar AS untuk Yunani, Kimberly Guilfoyle, mengundurkan diri, yang langsung dipenuhi.

Reaksi dan Tantangan Peran Jubir

Trump, yang berada di luar Gedung Putih tak lama setelah briefing, memuji debut Zacharia sebagai "sangat baik."

Namun, sejumlah pengamat dan mantan pejabat memberikan penilaian lebih kritis.

MS NOW mengutip pejabat anonim Gedung Putih yang mengatakan, "Dia harus segera jauh lebih baik, kalau tidak dia akan memecahkan rekor Scaramucci."

Anthony Scaramucci, direktur komunikasi Gedung Putih pada masa jabatan pertama Trump, hanya bertahan 11 hari pada 2017.

Scaramucci menulis di X, "Saya harap dia berhasil."

Jen Psaki, mantan juru bicara Presiden Joe Biden, menyebut briefing tersebut "pada dasarnya seperti sketsa SNL... kecuali ini bukan sketsa."

Peran juru bicara Gedung Putih telah mengalami banyak perubahan sejak George E. Akerson pertama kali menjabat pada 1929 di era Herbert Hoover.

Tugas itu mencakup penyampai informasi, penguat kebijakan, penantang jurnalis, pelindung reputasi presiden, dan kadang penyebar kebingungan.

Di bawah Trump, peran tersebut lebih banyak menjadi tameng terhadap media yang semakin dikritiknya.

Leavitt, yang menjabat 17 bulan, dikenal dengan sikapnya yang tersenyum namun agresif terhadap pers.

Ia pernah menyebut pertanyaan seorang reporter sebagai "pertanyaan bodoh" dalam briefing tahun lalu.

Saat ini, tiga media besar—CNN, MS NOW, dan Politico—masih berjuang mendapatkan kembali akses ke Gedung Putih setelah dilarang Trump bulan lalu.

Trump beralasan tidak menyukai liputan mereka dan menyebutnya "berita palsu."

Ke depan, kinerja Zacharia akan sangat bergantung pada satu hal: Donald Trump sendiri.

Seperti kata mendiang Senator Howard Baker, jika tidak suka pertanyaan yang diajukan, jawab saja pertanyaan lain.

Zacharia tampaknya memilih tiga penanya nonkonfrontatif, lalu menyerahkan panggung kepada atasannya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru