unique visitors counter
⌂ Beranda › News › GoTo Batalkan 32 Miliar Saham Treasuri, Buyback Lanjut dengan Sisa Rp 2,5 Triliun
News

GoTo Batalkan 32 Miliar Saham Treasuri, Buyback Lanjut dengan Sisa Rp 2,5 Triliun

Ilustrasi saham treasuri dan buyback PT GoTo Gojek Tokopedia
GoTo Batalkan 32 Miliar Saham Treasuri, Buyback Lanjut dengan Sisa Rp 2,5 Triliun
A A Ukuran Teks16px

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memutuskan membatalkan 32 miliar saham treasuri yang diperoleh dari program buyback periode 2024-2025.

Langkah ini setara sekitar 2,7% dari total saham perusahaan dan telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Pelaksanaan pembatalan diperkirakan membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan.

Keputusan tersebut diambil ketika kinerja keuangan GoTo menunjukkan perbaikan, dengan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut dan capaian Rp 441 miliar pada kuartal III-2026.

Dampak bagi Pemegang Saham

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta, menjelaskan bahwa saham treasuri adalah saham yang dibeli kembali dari pasar lalu disimpan perusahaan.

Dalam kebijakan ini, GoTo memilih menghapus saham tersebut secara permanen, bukan menjualnya kembali kepada investor.

Alhasil, jumlah saham beredar berkurang dan persentase kepemilikan pemegang saham yang tersisa menjadi lebih besar.

Kafi menyatakan pembatalan ini mengurangi jumlah saham secara permanen sekaligus menjaga manfaat buyback bagi pemegang saham yang tersisa.

Saham treasuri sendiri tidak memiliki hak suara, sehingga penghapusan memastikan saham yang dibeli kembali tidak kembali ke pasar.

Dengan demikian, GoTo mempertahankan manfaat pembelian kembali saham bagi investor yang masih memegang saham perseroan.

Buyback Berlanjut dengan Sisa Otorisasi Rp 2,5 Triliun

Selain membatalkan saham treasuri, GoTo tetap menjalankan program pembelian kembali saham.

Hingga 29 Oktober 2026, realisasi dana buyback mencapai Rp 985 miliar, dengan sisa otorisasi sekitar Rp 2,5 triliun.

Berdasarkan persetujuan RUPSLB, program tersebut dapat dilaksanakan sampai Juni 2027.

Menurut Kafi, kelanjutan buyback mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis perseroan.

Kebijakan ini juga menunjukkan manajemen menilai harga saham belum sepenuhnya mencerminkan nilai perusahaan.

Saham yang dibeli kembali akan disimpan sebagai saham treasuri dan sementara waktu tidak berada di tangan publik.

Kafi menilai buyback berpotensi memberikan dukungan saat pasar modal mengalami tekanan karena ada tambahan permintaan saham.

Namun, pembelian kembali saham bukan jaminan harga saham akan naik.

Perbaikan kinerja keuangan, termasuk laba bersih tiga kuartal berturut-turut, juga belum tentu langsung tercermin dalam pergerakan harga saham GOTO.

Kedua aksi korporasi ini memiliki mekanisme berbeda: pembatalan saham treasuri mengurangi jumlah saham secara permanen, sedangkan buyback adalah pembelian kembali yang masih dapat dilanjutkan sesuai batas otorisasi dan periode yang disetujui.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru