Dunia musik Indonesia berduka. Harry Toledo, pemain bas handal yang berjasa pada awal karier Tompi, meninggal dunia. Kabar wafatnya disampaikan Tompi lewat unggahan Instagram pada 5 November 2026, dan hingga kini penyebab resminya belum diumumkan.
Melalui akun Instagram @dr_tompi, Tompi menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam. Unggahan pada 5 November 2026 itu ramai dikomentari warganet yang turut berduka. Baginya, Harry bukan sekadar rekan bermusik, melainkan sosok penting yang membuka jalan kariernya di industri musik, jauh sebelum namanya dikenal luas sebagai penyanyi solo.
Orang Pertama yang Mengajak Tompi Bermusik
Tompi mengenang, Harry Toledo adalah orang pertama yang mengajaknya menjadi vokalis band Cherokee. Dari perkenalan itu, Tompi kemudian berkenalan dengan Gita Wirjawan, dan lahirlah proyek Bali Lounge yang melambungkan namanya.
Keduanya juga pernah menjalani rekaman selama tiga hari di Singapura. Lagu-lagu seperti "Somethings Wrong", "Apa", dan "Are You Here With Me" disebut Tompi sebagai awal masuknya ia ke dunia musik. Banyak panggung mereka lalui bersama hingga Tompi bersolo karier, dan rekaman terakhir Tompi bersama Harry adalah lagu "Goyang Berdendang".
Profil Harry Toledo
Harry Toledo adalah musisi asal Indragiri Hulu yang lahir pada 6 Juli 1972. Ia berpulang pada usia 54 tahun. Sebagai pemain bas, namanya dikenal luas dan ia disebut sering bermain untuk sejumlah penyanyi besar, seperti Krisdayanti, Ari Lasso, Iway, hingga Eliana Dewi.
Identitas istri dan anak Harry tidak dipublikasikan. Ia diketahui sempat menikah lalu bercerai, dan setelah perceraiannya ia mendirikan manajemen baru yang dikelola oleh rekannya, Theresia. Di mata rekan-rekan musisinya, Harry dikenang sebagai pemain bas yang menjadi fondasi bagi banyak penampilan, termasuk panggung-panggung yang ia jalani bersama Tompi dari masa band Cherokee sampai era solo sahabatnya itu.
Penyebab Wafat Belum Dikonfirmasi
Tompi tidak merinci penyebab wafatnya Harry, dan pihak keluarga pun belum bersuara. Seorang penonton dengan akun @tianisunjay mengaku menyaksikan Harry jatuh saat sedang jamming. Penonton lain, @ahmad_jazili, mengaku melihat Harry tampil di Kota Serang pada 4 November 2026 dan jatuh dari kursi di tengah penampilan, dan ia menduga kejadian itu terkait serangan jantung.
Dugaan tersebut semata berasal dari kesaksian penonton, bukan keterangan medis atau keluarga. Selamat jalan, Harry Toledo. Terima kasih atas setiap nada yang telah dimainkan, seperti doa yang dituliskan Tompi untuk sahabatnya itu.