Fattah-2 dilaporkan membawa hulu ledak konvensional dan dirancang untuk menyerang sasaran di darat maupun laut.

Pemerintah Iran beberapa kali menyebut sistem tersebut sebagai komponen penting dalam strategi pencegahan militernya.

Para analis pertahanan menilai keberadaan rudal hipersonik dapat meningkatkan ancaman terhadap berbagai aset strategis di kawasan, termasuk instalasi militer dan kapal induk yang beroperasi di perairan regional.

Spesifikasi utama rudal Fattah-2

  • Tipe: Rudal hipersonik dengan kendaraan luncur hipersonik (HGV)
  • Kecepatan maksimum: Diklaim mencapai Mach 15
  • Jangkauan: Sekitar 1.500 kilometer
  • Platform peluncuran: Transporter Erector Launcher (TEL) mobile di darat
  • Hulu ledak: Konvensional
  • Sistem propulsi: Booster berbahan bakar padat dengan kendaraan luncur tahap kedua
  • Profil penerbangan: Mampu bermanuver selama fase meluncur untuk menghindari radar dan sistem pencegat

Peringatan dari pejabat Iran

Ketegangan meningkat setelah serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran yang dikaitkan dengan operasi Amerika Serikat dan Israel.

Kepala Komisi Keamanan Nasional Iran, Ebrahim Azizi, menyatakan bahwa eskalasi tersebut dapat memicu konsekuensi yang tidak terkendali.


“Kami sudah memperingatkan Anda! Sekarang Anda telah memulai jalan yang ujungnya sudah di luar kendali Anda,” ujar Azizi dalam pernyataan resminya.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa setiap tindakan militer terhadap wilayahnya akan dibalas dengan respons yang tegas.

Analis militer menilai penggunaan senjata hipersonik dalam konflik regional berpotensi memperluas eskalasi serta meningkatkan risiko keamanan bagi negara-negara di kawasan dan jalur pelayaran internasional.