unique visitors counter
⌂ Beranda › News › PLTN Barakah di UEA Aman Usai Serangan Drone, Tak Ada Ancaman Radiasi
News

PLTN Barakah di UEA Aman Usai Serangan Drone, Tak Ada Ancaman Radiasi

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah di Uni Emirat Arab
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Barakah di Uni Emirat Arab
A A Ukuran Teks16px

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Barakah di Uni Emirat Arab (UEA) mengalami kebakaran akibat serangan drone pada Ahad (17/5/2026).

Namun, pihak berwenang memastikan insiden itu tidak menimbulkan ancaman radiasi.

Kantor Media Abu Dhabi (ADMO) menyatakan kebakaran terjadi pada generator listrik di luar perimeter internal PLTN Barakah di wilayah Al Dhafra.

Menurut ADMO, tidak ada laporan korban luka dalam insiden tersebut.

Otoritas Federal untuk Regulasi Nuklir (FANR) mengonfirmasi kebakaran tidak memengaruhi keselamatan PLTN.

Seluruh unit pembangkit tetap beroperasi normal pasca-insiden.

Kronologi Insiden

Serangan drone menyebabkan kebakaran di area generator listrik PLTN Barakah.

Lokasi generator berada di luar perimeter internal, sehingga tidak berdampak langsung pada reaktor nuklir.

Pihak berwenang di Abu Dhabi segera menangani kebakaran tersebut.

Proses penanganan berlangsung cepat dan terkendali.

ADMO mengeluarkan pernyataan resmi melalui platform X untuk memberikan informasi kepada publik.

Pernyataan itu menegaskan bahwa tingkat keselamatan radiologis tidak terpengaruh.

FANR, sebagai regulator nuklir nasional, juga melakukan pemantauan ketat.

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada perubahan pada parameter keselamatan.

Dampak dan Respons

Insiden ini tidak mengganggu pasokan listrik dari PLTN Barakah.

Seluruh unit pembangkit tetap beroperasi seperti biasa.

Pemerintah UEA menekankan komitmen terhadap keselamatan nuklir.

Mereka juga menyatakan akan meningkatkan keamanan di sekitar fasilitas strategis.

Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan drone tersebut.

Penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan oleh otoritas terkait.

PLTN Barakah merupakan pembangkit nuklir pertama di dunia Arab.

Fasilitas ini telah beroperasi sejak 2020 dan memasok sebagian besar kebutuhan listrik UEA.

Kejadian ini menjadi perhatian internasional mengingat sensitivitas keamanan nuklir.

Namun, respons cepat dan transparan dari pihak berwenang membantu meredakan kekhawatiran.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru