PT Netzme Kreasi Indonesia bersama Ruangguru meluncurkan program literasi keuangan dan digital bagi pelaku UMKM bertajuk "Gang Dagang".
Program ini diresmikan di Balai Kota DKI Jakarta pada Minggu (17/5) dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank Indonesia.
>>> Kemlu: Kru WNI Korban Pembajakan Somalia dalam Kondisi Baik
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati menyambut baik inisiatif tersebut.
Menurutnya, program ini sejalan dengan semangat Jakpreneur dan komitmen Pemprov dalam mendorong transformasi digital UMKM.
"DKI Jakarta sebagai pusat ekonomi dan transformasi digital nasional menjadi lokasi strategis untuk peluncuran cohort pertama program Gang Dagang," ujar Suharini dalam siaran pers, Senin (18/5).
Mengatasi Tantangan Literasi UMKM
Netzme mencatat bahwa UMKM berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap PDB nasional. Namun, masih banyak pelaku usaha yang menghadapi kendala dalam literasi keuangan dan adopsi teknologi digital.
Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain mencampuradukkan keuangan pribadi dan usaha, kesulitan menghitung harga pokok penjualan (HPP), serta belum optimalnya pemanfaatan sistem pembayaran digital.
Program "Gang Dagang" dirancang dengan pendekatan gamifikasi atau pembelajaran berbasis permainan. Tujuannya meningkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital.
Tahap awal program akan diikuti oleh 50 pelaku UMKM terpilih melalui seleksi terbuka. Kurikulum pembelajaran berlangsung selama lima bulan.
Pelaksana Tugas Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah DKI Jakarta Roes Dina Martha menilai kolaborasi sektor swasta dan lembaga pendidikan dapat memperkuat digitalisasi UMKM.
"Ke depan, inisiatif semacam ini diharapkan dapat bersinergi antara pihak swasta, pemerintah, dan otoritas untuk mengakselerasi digitalisasi UMKM serta penguatan ekonomi daerah yang inklusif," kata Roes.