PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI mencatatkan minat investor yang tinggi dalam penerbitan obligasi global.
Perusahaan pelat merah ini menerbitkan senior unsecured fixed rate notes senilai 300 juta dolar AS dengan tenor 5 tahun.
>>> RI usul kebebasan navigasi bertanggung jawab atasi isu laut terkini
Orderbook final obligasi tersebut mencapai lebih dari 2,2 miliar dolar AS dari 119 akun.
Angka itu setara 7,3 kali lipat oversubscription dibanding target penerbitan sebesar 300 juta dolar AS.
Langkah ini menandai kembalinya PT SMI ke pasar obligasi internasional berdenominasi dolar AS setelah terakhir kali menerbitkan instrumen serupa pada 2021.
Pencapaian Bersejarah
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan transaksi ini mencatat spread paling ketat yang pernah dicapai oleh Lembaga Keuangan Non-Bank Indonesia dalam tenor 5 tahun.
Menurutnya, pencapaian bersejarah ini mengukuhkan posisi PT SMI sebagai kredit unggulan di kawasan regional.
Obligasi tersebut diterbitkan di bawah Program Euro Medium Term Note (EMTN) senilai 2 miliar dolar AS yang telah dimiliki PT SMI.
Instrumen ini memperoleh peringkat investasi Baa2 dari Moody's serta BBB dari Fitch Ratings.
PT SMI mengumumkan mandat transaksi ini pada 6 Mei 2026.
Perusahaan kemudian menyelenggarakan serangkaian pertemuan virtual dengan investor institusional di Asia dan Eropa pada hari yang sama, dan mendapatkan indikasi minat yang kuat sejak awal.
Merespons sambutan positif tersebut, panduan harga awal (initial price guidance) di kisaran 5,45 persen diumumkan pada pembukaan pasar Asia tanggal 7 Mei 2026.
Reynaldi mengatakan permintaan dari investor terbukti luar biasa.
>>> Khofifah dan Dubes Yaman Bahas Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan, dan Budaya