Transaksi ini berhasil mencatatkan orderbook yang besar dan beragam, sehingga memungkinkan PT SMI untuk memperketat harga secara signifikan.
Panduan harga final (final price guidance) ditetapkan pada 5,10 persen.
Pada akhir sesi Asia, obligasi ditetapkan dengan imbal hasil sebesar 5,10 persen, mencerminkan tightening sebesar 35 basis poin dari panduan harga awal.
Partisipasi investor mencakup spektrum geografis dan institusional yang luas. Asia menyumbang 87 persen dari alokasi dan EMEA sebesar 13 persen.
Berdasarkan jenis investor, manajer aset dan manajer dana mendominasi dengan 74 persen.
Diikuti oleh bank sentral, perusahaan asuransi, dan dana pensiun sebesar 14 persen, perbankan sebesar 10 persen, serta bank privat dan lainnya sebesar 2 persen.
Komposisi orderbook yang beragam dan berkualitas tinggi ini mencerminkan kepercayaan mendalam dan berkelanjutan dari investor global terhadap PT SMI serta terhadap cerita pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Dalam transaksi ini, DBS Bank Ltd. bertindak sebagai Sole Global Coordinator.
DBS Bank Ltd., BNI Securities, Deutsche Bank, Mizuho, MUFG, dan Standard Chartered Bank bertindak sebagai Joint Bookrunners dan Joint Lead Managers.
Reynaldi menambahkan bahwa tightening sebesar 35 basis poin dari panduan harga awal merupakan cerminan nyata dari kuatnya keyakinan para investor.
>>> KAI Layani 195.141 Pengguna LRT Jabodebek Selama Libur Panjang
Komposisi orderbook yang beragam dan berkualitas tinggi ini mencerminkan kepercayaan mendalam dan berkelanjutan dari investor global terhadap PT SMI serta terhadap cerita pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.