unique visitors counter
⌂ Beranda News BI Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli 2026 Seiring Penurunan Permintaan Valas

BI Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli 2026 Seiring Penurunan Permintaan Valas

BI Optimistis Rupiah Menguat Mulai Juli 2026 Seiring Penurunan Permintaan Valas
A A Ukuran Teks16px

Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sempat mencatat inflow pada Januari dan Februari. Namun, pada Maret berbalik mengalami outflow seiring meningkatnya tensi geopolitik global.

Untuk menjaga daya tarik aliran modal masuk, BI meningkatkan suku bunga SRBI.

Hasilnya, instrumen tersebut kembali mencatat inflow Rp48,26 triliun pada April dan Rp27,05 triliun pada Mei.

IN2

Total inflow SRBI sepanjang April hingga 8 Mei 2026 mencapai Rp75,31 triliun. Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan (ytd), angkanya mencapai Rp105,16 triliun.

>>> BPK Perkuat Kerja Sama Pembangunan Berkelanjutan di BRICS SAI Summit

Perry juga mengungkapkan bahwa pembelian SBN oleh investor asing mulai meningkat.

in2

Aliran dana asing di pasar saham juga mulai mencatat inflow pada awal Mei, meski secara tahun berjalan masih mengalami outflow.

Menurutnya, aliran modal masuk tersebut membantu memperkuat pasokan valas domestik. Hal ini terjadi di tengah tingginya permintaan dolar AS akibat faktor global dan musiman.

Intervensi Diperkirakan Menurun

Perry memperkirakan kebutuhan intervensi akan menurun mulai Juli hingga Agustus. Penurunan ini seiring meredanya permintaan valas musiman.

"Alhamdulillah Rp67,3 triliun itu inflow (total seluruh instrumen dari Januari-8 Mei 2026), sehingga itu menambah pasokan valas.

Memang masih kurang karena demand-nya sedang tinggi dan faktor global, sehingga kami intervensi.

Insya Allah nanti Juli-Agustus demand-nya sudah mulai agak menurun, itu bisa kita bisa kemudian intervensi tidak terlalu besar," kata Perry.

Meski demikian, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026) melemah menjadi Rp17.668 per dolar AS.

Sebelumnya, rupiah berada di level Rp17.597 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) BI pada hari yang sama juga melemah ke Rp17.666 per dolar AS.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru