"Terima kasih karena berada di sini.
Kami telah melakukan tur ini hampir 1,5 tahun, perjalanan yang panjang dan tidak mudah," ujar Taka selepas lagu itu rampung.
Ia berharap OORer bisa menemani mereka selamanya yang diikuti oleh intro lagu ikonis Wherever You Are.
Lewat lagu yang dirilis 2010 ini, penggemar diajak bernostalgia dengan melodi dan lirik yang romantis. Ribuan penonton melantunkan petikan reff lagu itu.
Selesai bernostalgia, Ryota, Toru, dan Tomoya menyapa penggemar. "Ini adalah hari terakhir tur.
Kami tidak perlu memikirkan untuk tur berikutnya. Kami tidak perlu khawatir akan hari esok.
Kami hanya peduli malam ini. Mari bersenang-senang," kata Ryota.
"Saya dengar fans Jakarta adalah yang memiliki suara paling keras di dunia, apakah kalian yang paling keras? Ayo kita bersenang-senang," ujar Toru.
"Apa kabar Jakarta? Saya senang sekali bisa kembali ke sini.
Terima kasih. Saya suka cilok.
Saya suka semua," canda Tomoya dengan bahasa Indonesia.
Setelah itu ONE OK ROCK membawakan Make It Out Alive, single upbeat yang mengajak penonton lompat dan headbanging.
TEM Presents dan Live Nation selaku promotor memberikan ruang yang cukup bagi penonton kelas festival untuk bergoyang dan menikmati konser dengan nyaman.
Pesan Perlawanan terhadap Distopia
Di paruh kedua, ONE OK ROCK semakin menggila dengan lagu-lagu yang bersemangat dan berisi pesan perlawanan pada ketidakadilan.
>>> Pokemon Versi Lego Akhirnya Hadir, Cek Harga dan Jumlah Piece-nya
Mereka mengawali dengan harmani Ryota, Toru, dan Tomoya yang memamerkan keahlian memainkan instrumen masing-masing. Setelah itu, C.
U. R.
I. O.
S. I.
T. Y.
dan Dystopia mengguncang Indonesia Arena.
Sebelum membawakan Delusion:All, Taka bercerita sedikit tentang proses pembuatan album Detox yang ia tahu mendapat respons bervariasi.