unique visitors counter
⌂ Beranda News Shenzhen: Destinasi Kuliner Terbaru Asia yang Wajib Dikunjungi

Shenzhen: Destinasi Kuliner Terbaru Asia yang Wajib Dikunjungi

Shenzhen: Destinasi Kuliner Terbaru Asia yang Wajib Dikunjungi
Suasana restoran fine dining modern di Shenzhen
A A Ukuran Teks16px

Akibatnya, budaya kuliner Shenzhen dengan cepat berkembang dari fokus pada keragaman domestik menjadi lanskap internasional dan lintas budaya.

Christian Dolenc, manajer umum Mandarin Oriental Shenzhen, mengatakan restoran Shenzhen yang masuk peringkat global, bersama dengan munculnya koki muda yang terlatih di luar negeri, telah mendorong minat pada counter dining, teknik Barat yang diterapkan pada bahan China, dan menu bercerita.

Pengunjung internasional mencari pengalaman bersantap yang mengekspresikan identitas Shenzhen, bukan meniru pasar global lain.

IN2

Kebebasan Berkreasi Tanpa Batas Tradisi

Yang membuat Shenzhen unik adalah kebebasannya untuk menafsirkan ulang masakan dan berkreasi.

Dolenc mengatakan bahwa Guangzhou berakar pada sejarah, Hong Kong pada tradisi, dan Singapura pada struktur institusional, tetapi kekuatan terbesar Shenzhen terletak pada keterbukaan dan pola pikir yang maju.

Dibandingkan dengan kota lain di kawasan ini, Shenzhen masih sangat muda.

in2

Wu dari Ensue menilai ini adalah keunggulan karena tidak terikat tradisi atau didominasi oleh satu masakan, sehingga memberi ruang bagi koki untuk bereksperimen dan berinovasi.

Energi muda ini mendorong minat pasar pada pengalaman bersantap yang unik, memaksa koki untuk beradaptasi dengan selera pelanggan yang terus berkembang.

Peran Hotel Mewah dan Masa Depan

Hotel mewah seperti Mandarin Oriental Shenzhen dan Conrad Shenzhen memainkan peran penting dalam transformasi ini.

Reto Weber, direktur makanan dan minuman di Mandarin Oriental Shenzhen, mengatakan restoran independen membawa energi, sementara hotel mewah membawa struktur dan kontinuitas.

Dengan masuknya Shenzhen ke dalam Michelin Guide untuk pertama kalinya tahun ini, masa depan tampak cerah.

Pelonggaran kebijakan visa bagi wisatawan internasional ke China daratan juga sangat menguntungkan Shenzhen.

Ho dari Hope & Sesame melihat lebih banyak orang Eropa dan Rusia mengunjungi tempat mereka, ingin belajar tentang cita rasa China.

Sementara itu, pengunjung lokal menjadi semakin berpengetahuan dan selektif, yang kemungkinan akan mendorong permintaan akan pengalaman kuliner yang lebih autentik.

Meskipun usianya belum genap 50 tahun, Shenzhen terus tumbuh, begitu pula reputasinya sebagai taman bermain gastronomi.

Dengan merangkul keragaman dan orisinalitas, Shenzhen siap mendefinisikan ulang narasi kuliner seluruh Kawasan Teluk Besar di tahun-tahun mendatang.

Lanskap fine dining Shenzhen pra-pandemi memang terbatas, tetapi pelopor seperti Ensue yang mengusung etos farm-to-table ala California telah menjadi tolok ukur.

Menurut Yang Guang, wakil ketua 50 Best Academy untuk China daratan, Ensue adalah salah satu restoran fine dining terbaik di Asia saat dibuka pada 2019.

>>> China Luncurkan Misi Luar Angkasa Berawak sebagai Bagian Ambisi ke Bulan

Banyak koki dan manajer restoran saat ini memulai karier mereka dari institusi ini.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru