Proses tersebut telah mandek selama berminggu-minggu di bawah gencatan senjata yang rapuh. Para negosiator belum bisa menyepakati kerangka awal untuk perundingan damai.
>>> AS Usulkan Tarif 25% untuk Brasil Atas Praktik Perdagangan Tidak Adil
Perang Israel-Hizbullah meletus pada 2 Maret sebagai cabang dari konflik yang lebih luas.
Iran bersikeras penghentian serangan Israel di Lebanon sebagai syarat kesepakatan untuk mengakhiri perang, sementara AS mengatakan kedua konflik itu terpisah.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan, "Gencatan senjata antara Iran dan AS jelas merupakan gencatan senjata di semua lini, termasuk di Lebanon."
Ancaman Iran Hentikan Perundingan
Media Iran sebelumnya melaporkan bahwa Teheran menghentikan perundingan damai tidak langsung dengan AS dan mungkin mengakhiri gencatan senjata yang berlaku sejak awal April.
Alasan yang disebutkan adalah perang di Lebanon.
Tidak ada konfirmasi langsung dari pejabat Iran. Trump mengatakan kepada wartawan NBC bahwa ia belum mendengar kabar dari Iran.
Dalam wawancara dengan CNBC, Trump menyebut perundingan damai "mulai sangat membosankan" dan ia tidak peduli jika perundingan itu berakhir.
Sejak pertengahan Maret, Trump berulang kali mengatakan hampir menandatangani perjanjian damai tetapi belum melakukannya.
Meski ada gencatan senjata, Iran dan AS telah saling melancarkan serangan beberapa kali dalam sepekan terakhir.
Kepala Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Esmaeil Qaani, mengancam akan memperluas blokade Selat Hormuz ke Selat Bab El Mandeb.
Iran telah menghambat lalu lintas maritim di Teluk yang sebelum perang menyediakan seperlima minyak dan gas alam cair dunia, mendorong harga lebih tinggi.
>>> Iran Belum Kirim Respons ke AS soal Perundingan, Kata Mehr
Harga minyak naik 4 persen pada Senin akibat ketegangan yang meningkat.