Di Lebanon, serangan Israel menghantam sebuah mobil di jalan raya padat di selatan Beirut.
Serangan itu terjadi beberapa jam sebelum putaran kedua perundingan antara Lebanon dan Israel di Washington.
Israel dan Lebanon pada Senin mencapai kesepakatan yang ditengahi AS. Israel setuju untuk tidak menyerang pinggiran selatan Beirut, dan Hizbullah akan menghentikan serangan terhadap Israel utara.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan kemajuan telah dicapai selama hari pertama perundingan pada Selasa. Lebanon berharap memperluas cakupan gencatan senjata menjadi komprehensif di seluruh negeri.
Israel ingin melucuti senjata Hizbullah segera sebelum militer Israel mengakhiri operasinya di Lebanon dan menarik pasukan dari puluhan desa dan kota.
Peringatan Militer Israel
Serangan Israel di Lebanon selatan terus berlanjut, terutama di sekitar kota Tirus dan Nabatiyeh. Dua serangan semalam di dekat Tirus menewaskan empat warga Suriah dan dua warga Palestina.
Israel memperingatkan lingkungan Kristen di Tirus bahwa anggota Hizbullah berada di antara mereka. Banyak Muslim Syiah Lebanon melarikan diri ke daerah-daerah tersebut karena aman dari bombardir udara.
Setelah peringatan itu, tentara Lebanon dikerahkan ke distrik Kristen Tirus untuk mencegah serangan Israel dan menunjukkan bahwa Hizbullah tidak memiliki kehadiran bersenjata di sana.
Israel melancarkan invasi ke Lebanon selatan beberapa hari setelah perang terbaru dipicu pada 2 Maret. Hizbullah menembakkan roket ke Israel utara sebagai solidaritas dengan Iran.
Pertempuran terbaru antara Israel dan Hizbullah telah menewaskan 3.468 orang di Lebanon dan mengungsikan 1,2 juta orang.
>>> AS Usulkan Tarif Baru ke Korea dan Mitra Dagang atas Isu Pekerja Paksa
Di pihak Israel, 27 tentara dan seorang kontraktor pertahanan tewas di Lebanon selatan, serta dua warga sipil tewas di Israel utara.