Presiden AS Donald Trump, yang berada di bawah tekanan untuk menurunkan harga bahan bakar, mengatakan prioritas utamanya adalah menghentikan Iran memperoleh senjata nuklir.
Iran mengatakan program atomnya untuk tujuan damai.
Dalam wawancara siniar yang dirilis pada Rabu, Trump mengatakan Iran telah setuju untuk tidak memiliki senjata nuklir dan bahwa Khamenei terlibat dalam negosiasi.
Kemudian pada Rabu, Trump mengisyaratkan kemungkinan kemajuan dalam negosiasi dengan Iran akhir pekan ini.
"Jika terjadi, itu bisa terjadi akhir pekan ini," kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval Gedung Putih, tanpa merinci apa yang diharapkannya terjadi dalam jangka waktu itu.
Trump mengatakan pihak-pihak sedang bekerja untuk memisahkan masalah pembukaan kembali selat dari konflik di Lebanon.
Israel Terus Melakukan Serangan di Lebanon
Perang telah menewaskan ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon, sementara menyebabkan kesulitan ekonomi global dengan mengganggu pasokan energi dan pengiriman lainnya.
Perang juga memicu putaran terbaru konflik antara Israel dan Hizbullah.
Pada Rabu, serangan drone Israel menewaskan setidaknya enam orang di Lebanon selatan dan menargetkan sebuah mobil di selatan Beirut, kata sumber keamanan Lebanon.
Sementara itu, Israel mengatakan mencegat pesawat musuh yang kemungkinan ditembakkan Hizbullah.
Araqchi mengatakan Iran akan merespons dengan tegas jika Israel menyerang Beirut.
Dalam komentar siniarnya, Trump mengakui telah menyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu "gila" dalam percakapan telepon yang dilaporkan penuh makian mengenai pertempuran di Lebanon saat ia berusaha mencapai kesepakatan atas perang yang lebih luas.
"Pada suatu titik saya berkata, Bibi, kita harus menghentikan ini. Kita harus menghentikannya," kata Trump, merujuk pada Netanyahu dengan nama panggilannya.
>>> Media Asing Nilai Pilkada Korea Selatan Jadi Uji Coba Tahun Pertama Presiden Lee
Netanyahu mengatakan kepada CNBC dalam sebuah wawancara bahwa ia dan Trump terkadang memiliki "perbedaan taktis" tetapi mereka setuju pada masalah utama mengenai Iran.