Peluang di Tengah Tantangan Industri
Langkah BIFAN ini diambil di tengah masa sulit industri film global yang menghadapi tantangan dari layanan streaming dan AI generatif.
Namun, penyelenggara BIFAN melihatnya sebagai peluang besar bagi generasi pembuat film baru.
"BIFAN berusaha mengubah penampilannya sesuai dengan era yang akan datang," ujar Shin Chul, direktur eksekutif festival.
"Kami ingin memimpin dalam menyatukan streaming dan bioskop, serta menemukan dan menghubungkan teknologi AI dengan para kreator."
Untuk menjembatani kesenjangan antara teknologi dan pertunjukan tradisional, upacara pembukaan akan menampilkan pertunjukan kolaboratif yang canggih, mengeksplorasi hubungan antara robot humanoid dan manusia.
Hal ini disampaikan oleh Song Seung-whan, direktur utama upacara pembukaan festival.
"Kami ingin upacara pembukaan ini secara visual melambangkan era baru BIFAN," kata Song.
"Dengan menghadirkan robot humanoid di atas panggung bersama para pemain manusia, kami akan menyajikan tontonan harmonis yang mewujudkan bagaimana seni dan teknologi canggih dapat hidup berdampingan dan saling menginspirasi."
Program Spesial dan Sorotan Regional
Untuk merayakan ikatan budaya internasional, BIFAN juga akan menampilkan retrospektif fiksi ilmiah Prancis khusus dalam rangka peringatan 140 tahun hubungan diplomatik antara Korea dan Prancis.
>>> Betrand Peto Ungkap Alasan Pindah ke Rumah Ruben Onsu
Selain itu, program sorotan akan berfokus pada para pembuat film master dan aktor dari pasar Asia Timur yang berkembang pesat, seperti Hong Kong dan Indonesia.