unique visitors counter
alt top
⌂ Beranda News Inflasi Konsumen AS Meningkat Sesuai Ekspektasi pada Mei

Inflasi Konsumen AS Meningkat Sesuai Ekspektasi pada Mei

Inflasi Konsumen AS Meningkat Sesuai Ekspektasi pada Mei
Grafik inflasi konsumen AS dan harga energi
A A Ukuran Teks16px
alt mid

WASHINGTON — Inflasi konsumen Amerika Serikat meningkat pada laju tercepat dalam tiga tahun pada Mei 2026, didorong oleh kenaikan harga bensin dan produk energi lainnya akibat konflik Timur Tengah.

Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 4,2 persen secara tahunan (year-on-year) pada Mei, terbesar sejak April 2023.

>>> Hong Kong Ajukan Dakwaan atas Kebakaran Perumahan Paling Mematikan dalam Beberapa Dekade

alt top

Angka tersebut sesuai dengan ekspektasi ekonom yang disurvei Reuters. Pada April, CPI tercatat naik 3,8 persen year-on-year.

Secara bulanan, CPI meningkat 0,5 persen pada Mei, setelah naik 0,6 persen pada April. Ekonom memperkirakan kenaikan bulanan sebesar 0,5 persen.

Ini merupakan bulan ketiga berturut-turut kenaikan CPI yang kuat, menunjukkan tekanan meningkat pada rumah tangga. Bukti menunjukkan lebih banyak konsumen menggunakan tabungan untuk membiayai pengeluaran mereka.

alt mid

Inflasi melampaui pertumbuhan upah untuk bulan kedua berturut-turut, yang dapat membebani pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Biaya hidup yang melonjak menjadi beban politik bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik, yang berupaya mempertahankan kendali Kongres dalam pemilu paruh waktu November.

Trump memenangkan pemilu presiden 2024 sebagian besar karena janjinya menurunkan inflasi, namun peringkat persetujuannya merosot seiring frustrasi atas penanganan ekonominya.

Inflasi Inti dan Harga Energi

Tidak termasuk komponen makanan dan energi yang volatil, CPI inti (core CPI) naik 2,9 persen year-on-year pada Mei, setelah naik 2,8 persen pada April.

Secara bulanan, CPI inti naik 0,2 persen pada Mei, setelah naik 0,4 persen pada April.

>>> Trump: Iran Terlalu Lama Bernegosiasi, Kini Harus Bayar Mahal

Bank sentral AS (Federal Reserve) menggunakan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) sebagai target inflasi 2 persen.

alt under
E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
alt mid
📰 Update Terbaru