>>> Pasar Malam Jadi Penopang Ekonomi di Songpa District
Ia mengamati masa lalunya dan melapisi ingatan itu dengan komposisi dan warna yang dipilih secara sadar, sehingga karya akhirnya terbuka seperti proses pelukis lainnya.
Dalam lukisan seperti "Organic Plate," "Connected Body," dan "Psychiatrist's Head," otot, organ, dan jejak seperti darah berputar di permukaan, menolak menyatu menjadi satu figur yang stabil.
Warna jenuh yang dilapis melalui proses automatisme tanpa sketsa awal menciptakan ritme ekspansi dan kontraksi yang hampir musikal di kanvas, berfungsi sebagai metafora bagi kemanusiaan dan kehidupan.
Seri gambar "Refining Hallucinations" yang dibuat dengan garis pena cair, mengupas citra kembali ke bentuk kerangka yang terasa main-main sekaligus meresahkan.
Karier Internasional
Resepsi pembukaan pada Rabu lalu menampilkan musik oleh Goat and Monkey, proyek elektronik satu orang Lee.
Disebut "intelligent dance music," musiknya menggunakan suara berlapis dan berulang yang sangat cocok dengan gaya lukisannya.
Lee menempuh pendidikan sebagai pelukis di Seoul National University.
Ia telah membangun profil internasional sejak debutnya pada 2009, dengan pameran tunggal dan kelompok di Seoul, New York, Paris, Berlin, dan Malmo, Swedia.
Ia menjalani residensi di Pioneer Works di New York pada 2016 dan mendapat pengakuan lebih luas melalui pameran tunggal "And None Were Sick" di Space K, Seoul, pada 2022.
>>> Pemerintah Korea Libatkan Sineas Warga untuk Rebrand 'Culture Day' Jadi Pekanan
Karya-karyanya kini disimpan di koleksi institusional seperti Space K, Coleccion SOLO di Madrid, dan Park Seo-Bo Foundation.