Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei mendukung negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu dibacakan oleh media pemerintah pada Kamis malam.
“Jelas bahwa negosiasi tatap muka yang akan diadakan di masa depan tidak berarti menerima pendapat musuh,” kata Khamenei.
>>> White House Kirim Naskah Kesepakatan 14 Poin AS-Iran ke Kongres
Ini adalah reaksi pertamanya terhadap kesepakatan yang baru saja dicapai antara Iran dan AS untuk mengakhiri permusuhan.
Khamenei belum terlihat di depan umum sejak terluka dalam serangan di awal perang.
AS Mulai Mencabut Blokade
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pada Kamis bahwa Angkatan Laut AS telah mengizinkan lebih dari selusin kapal melewati blokade menuju pelabuhan Iran.
Langkah ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Vance menyampaikan pengumuman itu dalam konferensi pers di Gedung Putih. Ia mengatakan lebih banyak minyak kini mengalir melalui Selat Hormuz.
“Kami juga menghormati bagian awal kesepakatan dari sisi militer,” kata Vance. Ia meremehkan kritik bahwa kesepakatan itu lebih menguntungkan Iran.
Vance juga memperingatkan para kritikus di Israel agar jangan menyerang “satu-satunya sekutu kuat” yang tersisa.
Ia mengecam anggota pemerintah Israel dan mengingatkan bahwa Donald Trump adalah satu-satunya kepala negara yang bersimpati kepada Israel saat ini.
Vance berencana bepergian ke Swiss untuk pembicaraan mengenai kesepakatan Iran, namun belum tahu kapan hal itu akan terjadi.
Ia sebelumnya diharapkan memimpin negosiasi implementasi kesepakatan dengan Iran yang bertujuan mengurangi stok uranium yang diperkaya dan membuka kembali lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz.
Kapal Tanker Mulai Melintas
Pada Selasa, dua kapal tanker minyak meninggalkan Iran dan melintasi blokade militer AS tanpa dihentikan.
