Stres dalam kehidupan sehari-hari hampir tidak bisa dihindari. Mulai dari hubungan pribadi, tekanan pekerjaan, hingga kabar mengecewakan seperti tersingkirnya Korea Selatan dari Piala Dunia 2026.
Saat stres, kadar hormon kortisol meningkat. Stres kronis yang membuat kortisol tetap tinggi dapat memengaruhi metabolisme, memicu kenaikan berat badan, dan menyebabkan peradangan.
>>> Seoul Ajak Warga Pilih 10.000 Destinasi Wisata Lewat Proyek 100x100
Stres juga berdampak pada gula darah, tekanan darah, kesehatan jantung, dan daya ingat. Stres tidak akan hilang dengan sendirinya.
Untuk melindungi kesehatan fisik dan mental, penting mengembangkan kebiasaan yang membantu menjaga ketenangan. Berdasarkan informasi dari Harvard Health Publishing, berikut tiga cara sederhana mengurangi stres.
Pilih Aktivitas Fisik yang Disukai
Aktivitas fisik membantu menurunkan kadar kortisol dan merilekskan tubuh serta pikiran. Namun, memaksakan diri melakukan olahraga yang tidak disukai justru bisa menjadi sumber stres baru.
Pilihlah aktivitas yang benar-benar Anda nikmati, seperti berkebun, berjalan kaki, atau gerakan lain yang memotivasi Anda tetap aktif sambil menghilangkan stres.
Ubah Cara Pandang
Banyak stres berasal bukan hanya dari apa yang terjadi, tetapi dari cara kita menafsirkannya. Dua orang bisa mengalami situasi yang sama namun bereaksi sangat berbeda.
>>> Pameran Digital Kerajaan Kuno di Bandara Incheon Hadirkan Realitas Tertambah
Kepribadian memang berperan, tetapi mengubah perspektif juga dapat membuat perbedaan signifikan. Merenungkan cara memandang situasi sulit dan secara sadar mengadopsi pandangan yang lebih positif bisa membantu mengurangi stres.
Tetap Teratur dan Rencanakan ke Depan
Kekacauan dan ketidakteraturan dapat menimbulkan stres yang tidak perlu. Membangun kebiasaan organisasi sederhana, seperti menyimpan barang yang sering digunakan di tempat khusus, dapat mengurangi kebisingan mental.
Organisasi juga berlaku untuk manajemen waktu. Jadwalkan olahraga teratur, rencanakan makanan bergizi, dan pertahankan rutinitas tidur yang konsisten.
Jika mengetahui akan menghadapi peristiwa penuh stres seperti operasi, kesulitan keuangan, atau kehilangan orang tercinta, persiapan dan rencana penanganan dapat mengurangi dampak emosional dan fisik.
Para ahli mencatat bahwa menemukan kombinasi strategi pereda stres yang tepat mungkin memerlukan waktu. Penting untuk mengevaluasi secara berkala apakah metode yang dipilih berhasil dan menyesuaikannya jika perlu.
>>> Nostalgia K-Snacks: Susu Pisang hingga Es Krim Jadi Merchandise Unik
Jika stres tetap terasa berlebihan meski sudah berusaha, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional disarankan.
