unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Pameran Digital Kerajaan Kuno di Bandara Incheon Hadirkan Realitas Tertambah

Pameran Digital Kerajaan Kuno di Bandara Incheon Hadirkan Realitas Tertambah

Pameran Digital Kerajaan Kuno di Bandara Incheon Hadirkan Realitas Tertambah
Ilustrasi: Pameran Digital Kerajaan Kuno di Bandara Incheon Hadirkan Realitas Tertambah
A A Ukuran Teks16px

Penumpang yang melewati bea cukai di Bandara Internasional Incheon kini dapat menikmati pameran digital interaktif yang menghidupkan kembali upacara istana Dinasti Joseon (1392-1910) dan kerajinan mutiara tradisional.

Pameran bertajuk "Tech-Driven Heritage: Great Heritage Evolving Through New Technology and Content" ini digelar di K-Culture Museum bandara selama 30 hari mulai Senin lalu.

>>> Nostalgia K-Snacks: Susu Pisang hingga Es Krim Jadi Merchandise Unik

Acara ini merupakan kolaborasi antara Korea Heritage Service, Korea Heritage Agency, dan Korea Creative Content Agency.

Teknologi Canggih untuk Warisan Budaya

Salah satu instalasi unggulan adalah "Immersive Uigwe: Royal Banquet" yang menggunakan realitas tertambah dan grafik komputer resolusi tinggi untuk merekonstruksi pesta istana tahun 1848 yang menghormati Ratu Sunwon.

Karya lain mengubah prosesi bersejarah Raja Jeongjo pada tahun 1795 menuju Suwon menjadi lanskap digital luas dengan estetika tinta tradisional yang diperbarui untuk layar ultra lebar.

in2

Pameran juga menampilkan "Digital Najeonchilgi", rendering definisi tinggi yang untuk pertama kalinya berhasil mendigitalkan pantulan cahaya mikroskopis dan kontras mendalam dari seni mutiara tradisional Korea.

Selain itu, pengunjung dapat melihat instalasi media fasad yang sebelumnya dipamerkan di paviliun Korea pada Expo Dunia di Osaka tahun lalu.

>>> Tips Membuat Hidangan Mi Lebih Sehat

Menarik Delegasi UNESCO

Waktu penyelenggaraan pameran sengaja bertepatan dengan pertemuan Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 yang dijadwalkan pada pertengahan Juli.

Dengan menempatkan pameran di bandara, pejabat budaya ingin menawarkan delegasi asing, jurnalis, dan turis gambaran langsung tentang kekuatan lunak Korea serta perpaduan canggih antara sejarah dan komputasi.

Seorang juru bicara Korea Heritage Service mengatakan, "Pameran ini membuktikan bahwa warisan kita bukan lagi catatan statis masa lalu."

Ia menambahkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari dorongan pemerintah untuk mendemokratisasi aset budaya melalui integrasi teknologi agresif.

>>> Menjahit Semangat Korea: Desainer Kostum Lee Jin-hee Bawa Hanbok ke Panggung Dunia

Pameran buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 hingga 28 Juli, menawarkan oasis teknologi tinggi bagi para pelancong yang melangkah antara masa kuno dan modern.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru