PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan pengunduran diri Direktur Utama Daud Joseph pada Kamis (2/7/2026).
Langkah ini terjadi di tengah audit yang dilakukan oleh Danantara terkait dugaan rekayasa keuangan.
Perusahaan pelat merah ini memiliki sejarah panjang sejak era kolonial Belanda. Kantor pos pertama di Batavia didirikan oleh Gubernur Jenderal GW Baron van Imhoff pada 26 Agustus 1746.
Tujuan awal pendiriannya adalah untuk menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berbisnis dengan kantor di luar Jawa.
Seiring waktu, institusi ini terus bertransformasi.
Perjalanan Panjang Transformasi
Pada tahun 1875, pemerintah kolonial mengintegrasikan dinas pos dengan dinas telegraf menjadi Jawatan Posten Telegrafdienst. Status ini kemudian berubah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro pada 1965.
Pada 1978, statusnya berubah menjadi Perusahaan Umum (Perum) Pos dan Giro. Pemerintah kemudian mengalihkan status menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero) pada 20 Juni 1995.
Kini, di usianya yang hampir dua abad, PT Pos Indonesia menghadapi tantangan baru. Audit Danantara mengungkap dugaan rekayasa keuangan yang berujung pada pengunduran diri direktur utama.