unique visitors counter
⌂ Beranda News BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali ke Level Rp18.000/US$

BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali ke Level Rp18.000/US$

BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali ke Level Rp18.000/US$
Ilustrasi: BI Ungkap Penyebab Rupiah Kembali ke Level Rp18.000/US$
A A Ukuran Teks16px

Bank Indonesia (BI) angkat bicara terkait pelemahan nilai tukar rupiah yang kembali menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah berasal dari sinyal hawkish yang disampaikan pejabat Federal Reserve (The Fed).

>>> Kapolda Banten Pastikan Penanganan Kebakaran TPA Jatiwaringin Berjalan Terpadu

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Fed Funds Rate (FFR) ke depan hingga akhir tahun akan terus menguat.

Akibatnya, indeks dolar AS (DXY) bereaksi dan pada akhir Juni berada di level 101, yang merupakan angka tertinggi dalam satu tahun terakhir.

"Kombinasi sinyal hawkish pejabat The Fed dan naiknya DXY pada level tertinggi dalam satu tahun terakhir inilah yang membuat nilai tukar sejumlah negara melemah terhadap dolar AS," kata Denny di Kompleks Parlemen, Selasa (7/7/2026).

in2

>>> Kapal LNG Qatar Terkena Proyektil Saat Keluar dari Selat Hormuz

Denny menjelaskan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, mata uang berbagai negara juga mengalami pelemahan.

Mata uang Rusia tercatat paling lemah di antara emerging market lainnya, yakni melemah 5,5%.

Mata uang Chili melemah sekitar 4%, Baht Thailand melemah 2,3%, dan rupiah melemah 1,4%.

>>> Transaksi Aset Kripto di Pasar Spot Naik Jadi Rp23 T pada Mei

Selain itu, Won Korea Selatan dan Peso Filipina masing-masing melemah 1%, Rupee India melemah 0,7%, serta Renminbi China melemah 0,5%.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot