Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Herman Saheruddin menyatakan bahwa indikator likuiditas perbankan tidak terbatas pada uang primer atau base money (M0).
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap perbedaan pandangan antara otoritas fiskal dan moneter mengenai kondisi likuiditas perbankan nasional.
>>> Otamendi dan Rodri Terlibat Percakapan Panas Usai Final Piala Dunia 2026
Herman menganalogikan pemantauan likuiditas seperti mengemudikan kendaraan yang memerlukan berbagai instrumen pengukuran.
"Masalah indikator itu banyak, kita tidak bisa pakai satu indikator saja. Gini saja deh, kalau kalian menyetir mobil, bayangkan kalau cuma ada satu indikator, gimana?
>>> Pau Cubarsi Raih Pemain Muda Terbaik FIFA Usai Bawa Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Nabrak lah kita. Kita melihatnya kan banyak, ibarat kokpit," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senin (20/7/2026).
>>> China Ambil Tindakan Balasan dalam Bentrokan Laut dengan Filipina
Meski demikian, Herman membenarkan bahwa M0 merupakan salah satu parameter paling krusial dan mudah dipantau untuk mengukur ketersediaan dana di sistem perekonomian.
