unique visitors counter
⌂ Beranda News Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, AS Lanjutkan Serangan ke Iran

Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, AS Lanjutkan Serangan ke Iran

Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, AS Lanjutkan Serangan ke Iran
Ilustrasi: Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, AS Lanjutkan Serangan ke Iran
A A Ukuran Teks16px

Iran menyerang sebuah kapal tanker di Selat Hormuz pada Selasa dini hari, memaksa awak kapal meninggalkan kapal.

Serangan ini terjadi saat Amerika Serikat melanjutkan serangan udara ke Iran untuk malam ke-10 berturut-turut.

>>> Presiden Lebanon Akan Temui Trump di Washington Dorong Penarikan Pasukan Israel

Sepuluh malam serangan udara AS belum mampu membuat Tehran melonggarkan cengkeramannya di selat tersebut.

Sekitar seperlima dari seluruh minyak mentah dan gas alam yang diperdagangkan pernah melewati jalur ini di masa damai.

Meskipun AS dan Iran semakin mendekati perang habis-habisan, Menteri Dalam Negeri Iran melakukan perjalanan ke Pakistan, mediator utama dalam konflik, untuk melakukan pembicaraan.

Namun, belum jelas kesepakatan baru apa yang bisa dicapai untuk mengakhiri pertempuran.

Kesepakatan sementara yang ditandatangani bulan lalu yang dimaksudkan untuk mengakhiri pertempuran telah gagal. Pengiriman melalui Selat Hormuz sebagian besar terhenti.

Seiring meningkatnya pertempuran, kedua belah pihak telah menargetkan infrastruktur sipil yang diandalkan oleh jutaan orang.

Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan baru kepada warga Amerika bahwa Iran dan kelompok yang mendukungnya mungkin menargetkan kepentingan AS di luar negeri.

Eskalasi ini mendorong harga minyak lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Minyak mentah Brent diperdagangkan di atas $88 per barel, dan bensin reguler di AS naik menjadi rata-rata $4 per galon.

Serangan AS dan Dampaknya pada Pelayaran

Komando Pusat militer AS mengatakan pada Selasa bahwa mereka menargetkan "pusat komando militer Iran, kemampuan maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta sistem pertahanan udara."

Mereka merilis lebih banyak rekaman pemboman yang menargetkan lokasi di Iran.

"Pasukan Amerika tetap siap dan bersiap untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas agresi yang tidak beralasan terhadap pelaut sipil yang berusaha melintasi selat secara bebas dan terbuka," kata komando tersebut.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru
stikibot