PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) membukukan penurunan pendapatan usaha sebesar 18,4% pada semester I 2026.
Pendapatan perusahaan turun menjadi Rp3,11 triliun dari sebelumnya Rp3,81 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
>>> Jadwal Siaran Langsung Final Piala AFF Putri 2026: Indonesia vs Laos Hari Ini
Kas dan setara kas perseroan juga menyusut signifikan.
Per akhir Juni 2026, pos kas tercatat Rp813,1 miliar, menurun dari Rp1,71 triliun pada akhir 2025.
Laba Bruto dan Laba Usaha Meningkat
Meskipun pendapatan turun, beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi Rp2,41 triliun dari Rp3,24 triliun.
Hal ini mendorong laba bruto ADHI naik 22,3% menjadi Rp700,42 miliar.
Laba usaha perseroan juga meningkat menjadi Rp316,17 miliar dari Rp188,85 miliar pada semester I-2025.
Beban Keuangan dan Rugi Entitas Asosiasi
Namun, ADHI masih mencatat rugi dari entitas asosiasi sebesar Rp23,92 miliar, lebih besar dibandingkan rugi Rp3,36 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
>>> AHY Dorong Deregulasi BMTH Benoa, Percepat Bali Jadi Gerbang Wisata Bahari Internasional
Sementara itu, kontribusi laba ventura bersama naik tipis menjadi Rp188,41 miliar.
Beban keuangan perusahaan meningkat menjadi Rp349,17 miliar dari Rp339,81 miliar.
Laba Bersih dan Posisi Keuangan
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp8,49 miliar. Angka ini meningkat 12,6% dibandingkan Rp7,54 miliar pada semester I-2025.
Total liabilitas ADHI mencapai Rp24,21 triliun hingga akhir Juni 2026, terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp17,02 triliun dan jangka panjang Rp7,19 triliun.
Pinjaman bank dan lembaga keuangan jangka panjang naik menjadi Rp2,51 triliun dari Rp1,38 triliun pada akhir 2025.
>>> Kode Bank CIMB Niaga 022 Terbaru 2026, Panduan Transfer Tercepat
Total aset perseroan tercatat sebesar Rp27,53 triliun dengan ekuitas Rp3,31 triliun.
