Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menegaskan perlunya langkah serius menyusul terulangnya kasus pelecehan seksual di Transjakarta.
"Kalau pelakunya sudah diketahui, jangan hanya berhenti sampai diamankan saja.
>>> Mendag Minta Restu DPR untuk Empat Perjanjian Dagang via Perpres
Kasusnya harus dilaporkan ke polisi karena itu merupakan tindak pidana, sehingga bisa diproses lebih lanjut oleh kepolisian," kata Djoko kepada Poskota, Rabu, 22 Juli 2026.
Menurut Djoko, penanganan kasus pelecehan di transportasi umum selama ini sudah menunjukkan perkembangan cukup baik, terutama jika didukung bukti dan keterangan saksi.
"Sebenarnya, kalau saya ikuti, sudah cukup. Cukup masif juga saksi-saksinya," ujarnya.
Pelecehan Masih Jadi Persoalan Serius
Kendati demikian, ia mengingatkan pelecehan seksual masih menjadi persoalan serius di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi.
Menurutnya, tekanan hidup di kota besar menjadi salah satu faktor yang kerap dikaitkan dengan penyimpangan, meski tidak dapat dijadikan alasan.
>>> Tantang Fitbit dan Whoop, Garmin Rilis Gelang Pintar Cirqa
"Ini memang menjadi persoalan di kota besar. Karena stres," ucapnya.
Ia juga menyinggung kasus serupa terjadi di sejumlah negara lain, termasuk Jepang. Namun, ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dijadikan pembenaran atas tindakan pelecehan.
"Di Jepang juga seperti itu. Jangan sampai seperti itu, karena ada orang-orang yang mengalami stres," tuturnya.
Perkuat Pengawasan dan Fasilitas Khusus
Selain penegakan hukum, Djoko menilai pengawasan di dalam transportasi umum perlu terus diperkuat.
>>> Rinoa Aurora Anak Siapa? Profil, Umur, Karier, dan Instagram
Ia juga mengimbau korban pelecehan seksual untuk segera melapor kepada petugas maupun kepolisian agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
