unique visitors counter
⌂ Beranda News KPAI: Keluarga Pelaku Pemerkosaan di Sampang Pilih Diam karena Solidaritas Negatif
News

KPAI: Keluarga Pelaku Pemerkosaan di Sampang Pilih Diam karena Solidaritas Negatif

alt top
Ilustrasi kekerasan seksual terhadap anak
KPAI: Keluarga Pelaku Pemerkosaan di Sampang Pilih Diam karena Solidaritas Negatif
A A Ukuran Teks16px
alt mid

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti masih adanya solidaritas negatif di masyarakat ketika anggota keluarga menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.

Fenomena ini dinilai menghambat pengungkapan kasus, termasuk dalam perkara dugaan pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 15 tahun di Sampang, Jawa Timur.

Komisioner KPAI Sylvana Apituley mengatakan keluarga para pelaku diduga mengetahui keterlibatan anggota keluarganya. Namun, mereka memilih tidak melaporkan atau menyerahkan pelaku kepada aparat penegak hukum.

alt mid

"Misalnya kasus Sampang itu pelakunya banyak ya, berusia anak, dan tentu keluarga-keluarga tahu bahwa ada anggota keluarganya yang terlibat.

Tetapi keengganan keluarga untuk menyerahkan pelaku atau menangani pelaku tentu berangkat dari solidaritas negatif itu," kata Sylvana dalam jumpa pers di Kantor KPAI, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Sylvana, keengganan masyarakat maupun keluarga untuk membuka informasi mengenai pelaku dipengaruhi oleh berbagai faktor.

alt mid

Mulai dari anggapan bahwa persoalan tersebut merupakan aib, rasa malu, hingga kekhawatiran terhadap konsekuensi hukum.

alt under
alt mid
📰 Update Terbaru
alt under