unique visitors counter
⌂ Beranda News Rencana Indonesia Kurangi Metana TPA Ubah Nasib Pemulung

Rencana Indonesia Kurangi Metana TPA Ubah Nasib Pemulung

Rencana Indonesia Kurangi Metana TPA Ubah Nasib Pemulung
Ilustrasi: Rencana Indonesia Kurangi Metana TPA Ubah Nasib Pemulung
A A Ukuran Teks16px

Nur Wencih, 35 tahun, telah bekerja sebagai pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang di pinggiran Jakarta selama dua dekade.

Ia mengikuti jejak orang tuanya yang masih mencari nafkah di lokasi tersebut.

>>> Dhea Adita Aprilia Kerja Apa? Ini Sosok Menantu Anggota DPRD Lampung Tengah yang Viral karena Flexing

Setiap hari sebelum fajar, Wencih bergabung dengan ribuan pemulung lainnya mendaki gunungan sampah untuk mencari barang yang bisa dijual.

Penghasilannya mencapai sekitar 200.000 rupiah ($12) pada hari baik.

Namun, mulai 1 Agustus, Indonesia berencana mengubah TPA Bantargebang dari open dumping menjadi sistem yang lebih terkontrol. Langkah ini merupakan bagian dari rencana pengelolaan sampah nasional.

Pemerintah bulan lalu mengumumkan akan menutup operasi open dumping di 343 dari 550 lokasi pembuangan di Indonesia. Situs-situs tersebut harus bertransisi ke sistem TPA terkontrol atau sanitary landfill.

TPA Bantargebang dan Emisi Metana

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengatakan kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesehatan lingkungan, mengurangi polusi, dan menekan emisi metana dari sampah yang membusuk.

Metana bertanggung jawab atas sekitar sepertiga pemanasan global dan menjebak lebih banyak panas daripada karbon dioksida.

Para peneliti mengatakan Bantargebang menghasilkan lebih banyak metana daripada hampir semua TPA lain di dunia.

Data satelit yang dianalisis oleh inisiatif STOP Methane UCLA pada tahun 2025 menempatkan Bantargebang sebagai penghasil emisi metana TPA terbesar kedua di dunia setelah sebuah situs di Argentina.

Bantargebang dibuka pada tahun 1989 sebagai sanitary landfill yang dilengkapi untuk mengumpulkan metana. Namun, setelah kontrak swasta berakhir pada 2016, fasilitas itu perlahan berubah menjadi open dumping.

Hanya dua dari 12 sumur ekstraksi metana asli yang masih beroperasi.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru
stikibot