unique visitors counter
⌂ Beranda News Tekanan BBM dan Tiket Pesawat Reda, Ekonom Ramal Inflasi Juli Turun
News

Tekanan BBM dan Tiket Pesawat Reda, Ekonom Ramal Inflasi Juli Turun

alt mid
Ilustrasi inflasi ekonomi
Kalbar Catat Inflasi Tertinggi, Papua Pegunungan Alami Deflasi Terdalam per Juli
A A Ukuran Teks16px
alt top

Inflasi pada Juli 2026 diperkirakan melandai dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal ini seiring meredanya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan normalisasi tarif angkutan udara setelah musim libur sekolah berakhir.

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengatakan inflasi Juli berpeluang lebih rendah dibandingkan Juni.

Sebelumnya, inflasi bulanan pada Juni mencapai 0,44% dengan inflasi tahunan sebesar 3,34%.

Inflasi Juni tersebut didorong oleh penyesuaian harga BBM dan lonjakan tarif angkutan udara selama periode liburan sekolah.

"Artinya, tekanan inflasi lebih banyak berasal dari faktor musiman dan administered prices, bukan dari penguatan permintaan yang terjadi secara luas," kata Yusuf kepada Bloomberg Technoz, Jumat (31/7/2026).

Menurut Yusuf, memasuki Juli sebagian besar faktor tersebut mulai mereda. Penurunan harga sejumlah BBM non-subsidi dan avtur diperkirakan mengurangi tekanan pada kelompok transportasi.

Sementara itu, berakhirnya musim liburan mendorong tarif angkutan udara kembali normal. Hal ini turut berkontribusi pada penurunan tekanan inflasi secara keseluruhan.

📰 Update Terbaru