Sebuah pesawat kecil yang membawa turis asing untuk melihat situs arkeologi Nazca Lines di Peru jatuh pada Sabtu, menewaskan seluruh 13 orang di dalamnya.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat setelah pesawat Cessna 208 Caravan lepas landas dari bandara Pisco, sekitar 240 kilometer selatan Lima.
>>> Trump: AS dan Israel Tunda Serangan ke Iran atas Permintaan Teheran
Juru bicara kementerian transportasi mengatakan tujuh orang Italia, dua orang Jerman, dan dua orang Spanyol tewas, bersama dengan dua awak pesawat.
Mayor Polisi Jorge Andrade mengatakan kepada wartawan di lokasi kecelakaan bahwa tidak ada yang selamat dan empat jenazah telah ditemukan.
Penyebab kecelakaan belum diketahui, dan otoritas penerbangan sipil serta badan investigasi kecelakaan udara akan menyelidiki insiden ini.
Darurat dalam penerbangan
Pejabat kota Vista Alegre, tempat pesawat jatuh, mengatakan informasi awal menunjukkan adanya "darurat dalam penerbangan" tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
>>> Bapanas Tugaskan Bulog Salurkan Bantuan Beras Tahap Dua untuk 33,24 Juta Penerima
Seorang warga Vista Alegre mengatakan pesawat meledak saat menghantam tanah.
Pesawat yang nahas dioperasikan oleh AeroDiana, yang menawarkan penerbangan wisata selama 30 menit hingga satu jam di atas Nazca Lines.
Nazca Lines adalah sekelompok geoglyph yang diukir di pasir gurun, berasal dari tahun 500 SM hingga 500 M, dan ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1994.
Presiden Peru, Keiko Fujimori, mengatakan pemerintahnya mempertimbangkan kemungkinan penutupan bandara Pisco.
>>> BGN Suspend SPPG Karangturi Usai Kasus Keracunan MBG di Semarang
Kecelakaan serupa pernah terjadi sebelumnya, termasuk pada 2022 yang menewaskan tujuh orang dan pada 2010 yang menewaskan enam orang.
