Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara terkait maraknya kasus penipuan yang mengatasnamakan oknum pegawai bank dan merugikan nasabah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan regulator akan terus memperkuat pendekatan yang lebih proaktif dan berbasis risiko.
Pemanfaatan teknologi juga akan dioptimalkan untuk mendeteksi indikasi fraud di perbankan sejak dini.
Penguatan Tata Kelola dan Pengendalian Internal
Dian menyatakan penguatan tata kelola menjadi kunci utama, termasuk memastikan fungsi manajemen risiko, kepatuhan, dan audit internal berjalan efektif dan independen.
OJK juga mendorong bank untuk memperkuat pengendalian internal, terutama yang berkaitan dengan data dan transaksi nasabah.
Bank perlu memastikan penerapan 'three lines of defense' berjalan optimal.
Hal ini didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan.
Selain itu, bank harus membangun budaya manajemen risiko yang kuat, mulai dari level top management hingga operasional di masing-masing cabang.