Produsen minyak terbesar di Uni Emirat Arab (UEA) menggelontorkan dana sebesar US$1,3 miliar atau sekitar Rp23,24 triliun untuk memperluas armada kapal tanker mereka.
Langkah ini bertujuan memanfaatkan lonjakan ekspor minyak mentah setelah negara tersebut keluar dari OPEC dan meningkatkan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz yang menjadi kawasan sengketa.
Divisi pelayaran Abu Dhabi National Oil Co (Adnoc) hampir melipatgandakan jumlah kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) dari delapan menjadi 14 unit.
VLCC adalah kapal tanker raksasa yang mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah. Perusahaan juga membeli lima kapal pengangkut gas alam.
Meski sebagian besar lalu lintas melalui Selat Hormuz terhambat akibat perang antara AS dan Iran, Adnoc telah mengangkut lebih banyak minyak mentah daripada produsen mana pun selama dua bulan terakhir.