Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juli 2026 berada di US$145,3 miliar.
Angka ini turun US$0,3 miliar dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat US$145,6 miliar.
>>> Harga Emas Perhiasan 24K Hari Ini 8 Agustus 2026, Stagnan di Angka Rp2,3 Juta per Gram
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi BI untuk stabilisasi nilai tukar rupiah.
Namun, ada juga penerimaan pajak, jasa, dan penerbitan global bond yang menopang.
Posisi Devisa Juli 2026
Pada Jumat (7/8/2026), BI mengumumkan posisi cadangan devisa akhir Juli. Penurunan ini mematahkan perbaikan Juni yang sempat bertambah US$700 juta.
Dalam laporannya, BI menyebut perkembangan posisi devisa dipengaruhi penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah.
>>> PTFI Mulai Kirim Konsentrat Tembaga ke Smelter Manyar, Beroperasi September
Di sisi lain, ada pembayaran utang luar negeri dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global.
Meski kembali terkuras, penurunan devisa kali ini relatif terbatas. Hal ini sejalan dengan pergerakan rupiah yang lebih stabil.
Sepanjang Juli, rupiah melemah 0,29% terhadap dolar AS.
>>> Perbaikan Blok Rokan Belum Usai, Satu Pembangkit Masih Bermasalah
Pelemahan ini merupakan yang terlemah kedua di Asia, tetapi lebih baik dibandingkan kuartal pertama yang melemah 1,79% dan kuartal kedua yang anjlok 4,96%.
