Asosiasi Gula Indonesia (AGI) mendorong pemerintah memberikan insentif khusus bagi petani tebu berupa relaksasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan bantuan benih untuk replanting.
Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi penurunan produksi akibat fenomena iklim El Nino.
>>> Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta, Titik Api Diduga dari Ruang Server
Sekretaris Eksekutif AGI, Dwi Purnomo Putranto, menegaskan intervensi pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan usaha tani dan mengamankan pasokan gula nasional.
"Kalau untuk tebu atau gula, bisa bentuknya berupa relaksasi KUR maupun bantuan benih untuk replanting, sehingga petani tetap mampu melanjutkan budidaya dan produksi gula pada musim berikutnya dapat dipertahankan," ujar Dwi saat dihubungi pada Jumat (7/8/2026).
>>> Pramono Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta
Dwi menjelaskan bahwa kekeringan panjang akibat El Nino berpotensi menurunkan rendemen dan bobot tebu secara signifikan saat panen.
Dengan relaksasi KUR yang mencakup penundaan pembayaran angsuran hingga penurunan suku bunga, petani diharapkan mendapat ruang napas finansial.
>>> Rencana PHK 1.900 Pekerja GNI: Ini Duduk Perkaranya
"Kami sangat berharap Kementerian Pertanian dan Bank Himbara dapat segera merumuskan kebijakan afirmatif ini agar para petani tidak terlilit utang akibat penurunan hasil panen," pungkas Dwi.

