Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) menilai bantuan untuk sektor pertanian menghadapi efek El Nino sebaiknya bersifat jangka panjang dan berdampak langsung pada produktivitas lahan.
Ketua Umum APJI, Sholahuddin, menegaskan langkah tersebut sangat vital untuk menjaga stabilitas produksi pangan di tengah tantangan fenomena iklim El Nino yang dampaknya kian nyata dirasakan para petani.
>>> Mazda CX-30 Rakitan Indonesia Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Harga Rp499 Juta
Menurutnya, bantuan dalam bentuk program seperti pembangunan sumur bor dan penyediaan jaringan listrik hingga ke area persawahan lebih ideal dibandingkan bantuan sosial (bansos).
"Kalau dari kami sih sebaiknya dalam bentuk program ya, baik itu program sumur bor dengan metilnya termasuk dengan listrik bisa masuk ke sawah kalau dibandingkan dengan bansos," ujar Sholahuddin saat dihubungi, Jumat (7/8/2026).
>>> Antisipasi Kebakaran, DPRD Desak Gubernur Pramono Cek Semua Gedung Milik Pemprov Jakarta
Sholahuddin menjelaskan bahwa saat ini wilayah-wilayah yang memiliki lahan irigasi teknis, seperti pusat penanaman jagung dan padi di Blitar, Kediri, dan Nganjuk, mulai menghadapi penurunan muka air tanah.
Selain itu, pasokan air sungai dikhawatirkan tidak mencukupi kebutuhan tanaman hingga masa panen tiba.
>>> Pemerintah Salurkan Bantuan Beras Tiga Bulan untuk Warga Alor NTT
Melalui kehadiran fasilitas sumur bor dan jaringan listrik di lahan irigasi teknis, petani akan lebih mudah menyedot air tanah untuk mengairi sawah.
